Aneka Ilmu
Showing posts with label TNI. Show all posts
Showing posts with label TNI. Show all posts

Monday, May 19, 2014

PERKEMBANGAN ALUTSISTA TNI DI INDONESIA

Perkembangan alutsista di indonesia, sangatlah menunjukkan respon positif. Perkembangan alutsista TNI telah di dukung sepenuhnya oleh presiden serta mentri pertahanan di Indonesia, terutama di bidang modernisasi alutsista tni. alutsista tni AD, AU, AL amatlah positif dalam memajukan bangsa ini

Bulan-bulan mendatang ini kita akan menyaksikan rangkaian perjalanan riang gembira manakala hulubalang kita semakin gagah dengan baju alutsista baru. Bersamaan dengan itu serial latihan kesatuan, antar kesatuan sampai antar matra adalah rangkaian aktivitas menuju purnama latgab. Puncak purnama itu adalah melantunkan lagu perpisahan kepada sosok yang telah mempurnamakan alutsista TNI. Sekalian mengantar purna jalan tugas panglima tertinggi karena telah sampai di batas tugas.


LATIHAN TEMPUR TNI

Bulan Mei ini berbagai latihan parsial dilakukan matra TNI. Marinir melakukan latihan serbuan pantai di Situbondo. Berbagai batalyon TNI AD melakukan uji tembak senjata berat. Sejumlah kapal perang melakukan latihan tempur di laut Jawa. Disaat yang sama puluhan KRI telah pula bersiaga di Ambalat dalam satuan tugas gabungan AL dan AU. Operasi militer gabungan ini adalah yang pertama kali dilakukan dan diberi nama Garda Wibawa 14 dengan melibatkan jet tempur, satuan radar, kapal perang, marinir, paskhas dan intelijen. Latihan ini dibackup oleh satuan tempur TNI AD di Kodam Mulawarman Kaltim Kaltara dan Kodam Wirabuana Sulawesi.



1 Skuadron jet latih tempur T50, alutsista gres


Sementara di perairan kawasan timur Indonesia telah pula disiagakan setidaknya 14 KRI untuk tugas mengamankan laut Arafuru dan laut Timor. Bersamaan dengan itu kesiagaan unsur tempur laut juga hadir di perairan Natuna dan Selat Malaka. Sejalan dengan itu isian distribusi alutsista mulai disebar misalnya untuk artileri kelas berat KH179 155mm buatan Korea untuk Aceh, Kalbar dan Kaltim. Artileri KH178 105mm disebar untuk yon Armed Kodam di Jawa. Lhok Seumawe, Dumai, Bontang dan Jakarta juga sudah menerima sejumlah rudal SAM.

Juli ini pembentukan armada timur TNI AL yang berpusat di Sorong segera direalisasikan, tentu bersamaan dengan pengembangan divisi ke 3 Marinir dengan kekuatan 15.000 marinir. Seiring dengan itu Divisi 3 Kostrad segera membangun markas di Semarang bersinergi dengan Korps Penerbad yang memiliki berbagai jenis helikopter tempur dan angkut. Divisi 3 Kostrad merupakan pengembangan dari dua divisi sebelumnya. Semua pengembangan kekuatan itu pada akhirnya nanti akan menjadi pilar utama pembentukan Kogabwilhan yang direncanakan tahun ini.


DIVISI BARU MARINIR

Berbagai alutsista juga menunggu ketibaan, diantaranya 3 KRI Bung Tomo Class, 3 KCR 60 m PAL, 3 LST, 2 BCM, 50 MBT Leopard, 40 Marder, 38 Caesar Nexter, 36 MLRS Astross II, 24 F16 blok 52, 12 Super Tucano, 4 UAV Heron, 4 radar, sejumlah peluru kendali berbagai jenis, mulai dari rudal anti tank, rudal SAM, rudal anti kapal sampai rudal udara ke permukaan. Pesawat angkut berat Hercules juga akan bertambah 9 unit termasuk dari jenis CN295 sebanyak 16 unit. Setidaknya itu list yang sudah dipublikasi jauh-jauh hari, tentu ada juga list belanja yang tidak dipublikasi, masak sih semua harus diumumkan.



Artileri KH179 155mm dibagi untuk 3 batalyon

Latgab purnama akan menampilkan serial latihan dengan sejumlah alutsista baru. Termasuk penembakan rudal udara ke permukaan dari jet tempur Sukhoi. Penembakan rudal anti kapal Exocet MM40 blok 3 dari KRI Sigma yang selama ini tidak pernah dipublikasikan. Ini merupakan kejutan tersendiri disamping gempuran rudal Sukhoi ke salah satu kapal permukaan milik TNI AL yang sudah tidak dipakai. Puncak dari semua kegiatan itu adalah memberikan nilai purnama dan purna tugas pada Panglima Tertinggi yang akan digelar dalam sebuah pesta hari jadi 5 Oktober 2014 di Naval Base Surabaya.


Exocet MM40 blok 3


Selama lima tahun ini kekuatan alutsista TNI berkembang secara signifikan dan itu tak lepas dari pola strategi dan keputusan bagus dari RI-1. Kekuatan militer Indonesia mengikuti perkembangan dan pertumbuhan ekonomi negara ini yang selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan trend positif sampai akhirnya RI masuk urutan 10 besar ekonomi dunia yang dikenal dengan PDB (Product Domestic Bruto dan PPP (Purchase Power Parity). Logikanya dengan semakin bagus kondisi ekonomi kita maka perkuatan militer dan alutsista TNI semakin membungakan dan membanggakan hati. Dan itu layak untuk sebuah negara kepulauan terbesar dan penduduk no 4 terbesar di dunia.

Latgab 2014 adalah kelayakan pertanggungjawaban kepada rakyat bangsa bahwa tentara yang telah dibelikan alutsista modern harus mampu menunjukkan kemampuannya dan senantiasa bersiap siaga dalam segala cuaca untuk menjaga dan mewibawakan teritori NKRI. Keistimewaan Latgab 2014 adalah kehadiran berbagai alat tempur mutakhir dan sekaligus mengiringi langkah akhir dari seorang Presiden yang telah memberikan nilai luar biasa pada perkuatan militer RI.

Maka pesta 5 Oktober 2014 adalah pernyataan kepurnamaan tentara yang selama 5 tahun ini diterangi dengan rembulan alutsista anyar menuju purnama. Sosok yang telah mempurnamakan TNI itu telah pula mempurnakan tugas pekerjaannya. Di mata TNI tentu nilai layak yang pantas disandangkan panglima tertinggi itu adalah cum laude. Ini adalah purnama pertama yang membanggakan. Tentu kita masih ingin menyaksikan purnama-purnama yang lain untuk membaguskan tentara kita, untuk menggagahgaharkan tentara kita. SBY telah meletakkan fondasi modernisasi militer kita. Kita berharap presiden selanjutnya dapat meneruskannya dengan langkah tegap mengembangkuatkan tentara berikut kesejahteraannya.

Friday, January 31, 2014

Pesawat Legendaris TNI AU : Si Cocor Merah

Si kuda Liar P-51 Mustang



APAKAH nama pesawat tempur terhebat selama Perang Dunia II yang berasal dari Amerika? Orang pasti akan mengingat Si kuda Liar.

P-51 si cocor merah
Itulah julukan pesawat P-51 Mustang yang banyak dipakai pada masa Perang Dunia II, yang dibuat oleh pabrik pesawat North American (sebelumnya bernama General Aviaton). Didesain pada tahun 1940 pada mesa kepemimpinan James Howard Kindelberger. Pesawat itu awalnya dibuat untuk memenuhi permintaan Kerajaan Inggris dalam memperkuat pertahanan udara (RAF), namun setelah mengetahui kehebatannya, AS kemudian memesan pesawat ini.

desain awal p-51 mustang
Pesawat Buru Taktis ini mampu mengangkat beban seberat 7.000 Kg termasuk berat pesawat, kecepatan jelajah 735 Km/jam dan dipersenjatai dengan enam pucuk browning kaliber 12,7 mm, serta delapan buah roket launcher, dan dua buah bom. Pesawat ini berawak satu orang. Meski dirancang sebagai pesawat pengawal pembom jarak jauh, tampak dari kehandalan senjata dan kemampuanya membawa dua drop (bahan bakar tambahan) tidak menghalangi tugas utamanya untuk melakukan serangan udara yang mematikan.

pemasangan misil pada si kuda liar
Di lingkungan TNI Angkatan Udara, P-51 Mustang telah melahirkan sejumlah penerbang hebat seperti Marsekal TNI Ramli dan Marsda TNI Leo Watimena.

Sejarah P-51 Mustang


Pesawat P-51 Mustang diperoleh dari penyerahan Militaire Luchvaart kepada Pemerintah Indonesia sekitar tahun 1950-an. Pesawat ini masuk dalam kekuatan Skadron Udara 3 dan kemudian menjadi salah satu kekuatan (pemburu) yang berpangkalan di Skadron Cililitan (sekarang Skdron Udara 3 berada di Madiun). Sebagai kekuatan Skadron Pemburu, Si Kuda Liar ini sering terlibat dalam operasi dan latihan menembak dari udara ke darat dan menembak dari udara ke udara.
Berbagai Operasi


skadron 3 madiun

Banyak jasa yang telah diberikan oleh Si Cocor Merah (julukan lain dari P-51 Mustang), berupa dukungan pasukan darat, laut dalam berbagai operasi. Beberapa operasi udara yang pernah dilakukan oleh pesawat P-51 Mustang ini adalah Operasi Tegas di Sumatera tahun 1955 dalam penumpasan separatis PRRI/Permesta.


pembekalan pada operasi permesta

Operasi lainya meliputi Operasi Sapta Marga di Medan 1958 bertugas membebaskan Medan dan sekitarnya. Pada tanggal 17 Maret melaksanakan penyerbuan terhadap kedudukan pemberontak PRRI. Operasi 17 Agustus dengan tujuan membebaskan kota Pekanbaru dan Padang 1958, AURI menyiapkan hingga 40 pesawat yang merupakan hampir dari seluruh kekuatan yang dipusatkan di Pangkalan Udara Tanjung Pinang.

Operasi Merdeka di Manado 1958, AURI menggelar operasi dengan \"menidurkan\" Radio Permesta di Manado, merebut keunggulan udara di Mapanget, Tasuka, Morotai, dan Jailolo. Operasi Trikora di Irian Barat dalam rangka membebaskan Irian Barat dari cengkeraman Belanda. Dalam Operasi Trikora ini disiapkan tujuh pesawat P-51 Musteng sebagai unsur serang pertahanan udara. Operasi Dwikora di Jakarta 1964, Indonesia dihadapkan dengan pilihan politik untuk menyiapkan P-51 Mustang untuk menghadapi negara Jiran Malaysia. Operasi Sambar Kilat di Kalimantan Barat 1966 dalam menumpas G-30/PKI yang menamakan dirinya PGRS/Paraku.
monumen p-51
Pada awal tahun 1970-an pesawat P-51 Mustang ini dinyatakan grounded, dikarenakan usianya yang sudah tua, dan sukucadangnya yang langka. Pesawat ini pernah menunjukkan kebolehannya dalam demonstrasi terbang lintas, bersama-sama pesawat masa itu pada peringatan Hari ABRI tahun 1985 di Kemayoran, Jakarta. Sekitar 20 tahun masa pengabdianya di AURI, pesawat ini telah banyak mewarnai sejarah dan perjuangan TNI AU dalam melaksanakan tugasnya sebagai pertahanan udara di wilayah NKRI.

Agar generasi selanjutnya dapat mengenang pesawat yang pernah merajai wilayah udara Indonesia, kini Si Cocor Merah dijadikan sebagai monumen yang dibangun di Museum Hidup TNI AU Amerta Dirgantara Mandala Kalijati, di halaman depan Mabes TNI AU Cilangkap, pintu masuk Lanud Halim Perdanakusuma serta di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Thursday, January 30, 2014

Kuda Liar Milik TNI AU : OV-10F Bronco

 

Kuda Liar Milik TNI AU : OV-10F Bronco

 
Ulah GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) kerap harus dihadapi dengan tindakan tegas, salah satunya dengan opsi militer. Nah, dari sekian banyak cara untuk mematahkan aksi GPK, boleh jadi harus mencontoh kehebatan pesawat tempur OV-10F Bronco, sebagai pesawat dengan turbo propeller (baling-baling), Bronco sangat pas untuk misi anti gerilya dengan kecepatan yang tak terlampau tinggi, pas untuk ”menghabisi” secara akurat titik-titik konsentrasi pasukan gerilya GPK.

Bronco saat melepaskan roket FFAR
Bronco saat melepaskan roket FFAR

Bronco tergolong pesawat yang punya reputasi tempur tinggi, tak cuma di kancah perang Vietnam, di Indonesia sendiri pesawat yang dijuluki ”Kampret” ini punya reputasi yang memukau dalam banyak medan tempur. Kiprah terbesarnya tak lain saat memberikan BTU (bantuan tembakan udara) saat operasi Seroja melawan pasukan Fretilin di Timor-Timur, kemudian Bronco juga terlibat aktif dalam mendukung operasi penumpasan GPK Aceh Merdeka. Dan masih banyak operasi lain yang melibatkan Kuda liar ini.

OV-10F Bronco TNI-AU
OV-10F Bronco TNI-AU
Bronco dihadirkan oleh TNI-AU sebagai pengganti P-51 Mustang si ”Cocor Merah” yang masuk dalam usia pensiun di era tahun 70-an. Bronco dipandang sesuai untuk melakukan operasi pertempuran di dalam negeri, khsusunya untuk meredam pemberontakan yang marak muncul di Tanah Air. Hal ini disebabkan persenjatan Bronco memang dirancang untuk anti personel. Yakni berupa empat pucuk senjata kaliber 12,7 mm di tiap-tiap sponson-nya (merupakan modifikasi, bersi awalnya Bronco menggunakan senjata M60 kaliber 7,6 mm), kemudian lima buah station dibawah fuselage bomb untuk segala fungsi dan berat, mulai dari bom 100 Kg sampai 250 Kg jenis ZAB, MK-28, OFAB dan bisa disiapkan dengan peluncur roket FFAR.

P-51 musttang yang di musiumkan
P-51 musttang yang di musiumkan

Untuk melindung pilot dan navigator dari terjangan peluru lawan, canopy depan dan lantai dasar Bronco dibalut lapisan anti peluru. Bronco juga punya kemampuan untuk menerjunkan pasukan. Dari semua negara pengguna Bronco, termasuk US Air Force dan US Navy, baru Indonesia yang pernah melaksanakan dropping pasukan. Salah satunya pernah diadakan ”combat free fall” dengan jumlah empat orang dari ”pantat” Bronco. Untuk misi jarak jauh, kompartmen di bagian ”pantat” bisa disulap sebagai tanki bahan bakar, seperti digunakan saat penerbangan ferry Bronco dari AS menuju Indonesia.

Penerjunan pasukan dari "pantat" Bronco
Penerjunan pasukan dari "pantat" Bronco

Jumlah Bronco yang dimiliki TNI-AU total ada 16 unit. Pada awal kehadirannya Bronco masuk dalam skadron 3, kemudian berpindah menjadi warga skadron 1 pembom. Seiring waktu berjalan dan pengabdian, jumlah Bronco terus berkurang hingga hanya layak disebut sebagai ”unit” dan nasibnya terselamatkan dengan pembentukan skadron udara 21. Ada kabar sebelumnya bahwa Thailand akan menjual 20 Bronco kepada Indonesia, tapi hingga kini belum ada realisasi lebih lanjut
.
Manuver dua Bronco saat melintas
Manuver dua Bronco saat melintas

Dengan usia terbang yang lebih dari 30 tahun, membuat terbang Bronco lumayan berisiko, terakhir sebuah Bronco jatuh pada bulan Juli 2007 di area persawahan di kota Malang, dua awaknya dilaporkan tewas. TNI-AU pun tengah menunggu untuk mendapatkan pengganti Bronco, kandidat yang diajukan adalah EMB-314 Super Tucano dari Brazil dan KO-1 dari Korea Selatan.

OV-10 Bronco US Marine, dilengkapi radar dan sensor kamera yang bisa berotasi
OV-10 Bronco US Marine, dilengkapi radar dan sensor kamera yang bisa berotasi

Dengan kecepatan terbang yang rendah, Bronco pas untuk aksi COIN (Counter Insurgency), tapi bisa jadi buah simalakama bila menghadapi senjata penangkis serangan udara. Dengan kecepatan terbang yang rendah Bronco bisa jadi santapan empuk meriam dan rudal anti pesawat. Hal inilah yang menjadi kendala Bronco saat beraksi dalam perang Vietnam.

aksi bronco pada perang vietnam
aksi bronco pada perang vietnam

Sampai perang Teluk di tahun 1992, Bronco tetap eksis digunakan oleh US Marine sebagai pesawat intai. Berbeda dengan Bronco milik TNI-AU, Bronco milik US Marine dilengkapi alat pengintai canggih, kamera terintegrasi, radar, FLIR (Forward Looking Infrared) dan lebih hebat lagi Bronco US Marine bisa menggotong rudal udara ke udara Sidewinder. Sayang Bronco TNI-AU tak sempat di upgrade untuk persenjataan lebih canggih. Selain Indonesia, Bronco juga dipakai oleh Jerman, Thailand, Venezuela dan AS tentunya.

bronco milik us marine
bronco milik us marine

Spesifikasi OV-10F Bronco
Produsen : North American, Rockwell Internationa
Kru : 2
Lebar sayap : 12,9 meter
Tinggi : 4,62 meter
Berat kosong : 3,127 Kg
Berat Max Take off : 6,522 Kg
Mesin : 2 x Garret T76 G-410/412 turboprop, 715 hp (533 kW) each
Kecepatan Max : 452 Km / jam
Jarak Tempuh : 358 Km

 
Design by Dek Aswin | Bloggerized by Aswin Bahar Setiawan - Dek Aswin | The Site Of Aswin Bahar Setiawan