Aneka Ilmu
Showing posts with label airlines. Show all posts
Showing posts with label airlines. Show all posts

Monday, September 7, 2015

Alasan Mengapa Bandara Polonia Dipindah

Assalamualaikum
Kali ini admin ingin menuliskan seputar Bandara Polonia, yah sekalian pingin cari tau info kebenarannya, admin juga pingin bagi bagi informasi sama kalian.

Alasan Mengapa Bandara Polonia dipindah ?

Sekelumit Tentang Bandara Polonia

Bandara Polonia merupakan bandara yang sudah lumayan tua yang letaknya di tengah pusat kota Medan, itu yang menyebabkan gubernur sumatra utara kala itu berniat untuk memindahkannya. Selain untuk memudahkan pembangunan gedung tinggi, upaya itu juga dilakukan untuk menghindarkan dari kemacetan. Setelah dipertimbangkan, pada tahun 1994 wacana pemindahan telah disetujui oleh beberapa petinggi yang ada di Sumatera Utara, akhirnya setelah satu tahun, perencanaan ini disahkan oleh Menteri Perhubbungan dengan mengeluarkan KM nomor 41Tahun 1995, rencananya pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 1997 di sekitar wilayah desa Kuala Namu, Diliserdang, Sumatera Utara.

Setelah berjalannya waktu, di tahun 1997 Indonesia mengalami krisis moneter yang menyebabkan berhentinya perencanaan pembangunan Bandara Kuala Namu. Di awal tahun 2000 hingga era 2006 rancangan ini belum juga terealisasi. Kemudian di akhir tahun 2006 pekerjaan ini dimulai lagi dengan disahkannya pembangunan perdana Bandara Kuala Namu. Dan setelah beberapa tahun tepatnya di tanggal 25 Juli 2013 lika liku perjalanan pembangunan Bandara akhirnya terealisasi dengan ditutupnya Bandara Polonia serta dibukanya Bandara Kuala Namu untuk penerbangan sipil.


Alasan Mengapa Bandara Polonia dipindah ?

Bandara Polonia Berubah Nama

Pada tanggal 25 Juli 2013 merupakan tanggal dimana Bandara Polonia sudah tidak lagi digunakan untuk umum. Tapi jangan salah, karena walau bagaimanapun, Bandara ini merupakan milik TNI Angkatan Udara, dan menurut opini para jurnalis, Bandara Polonia akan digunakan TNI Angkatan Udara untuk markas pesawat milik TNI AU, sebenarnya masuk akal juga karena memang selama ini TNI AU belum memiliki markas pesawat yang besar disekitar pulau sumatra, padahal pulau ini berbatasan langsung dengan Malaysia serta Singapura.

Beberapa hari kemudian, isu yang beredar itupun dibenarkan oleh Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional atau Pangkosek Hanudhas, beliau menyebutkan bahwa nantinya Bandara Polonia akan dijadikan markas pesawat pengintai. Bukan hanya itu, Bandara Polonia juga akan diganti namanya dengan Bandara Soewondo nantinya.

Wednesday, June 11, 2014

Kelebihan Pesawat R-80 Buatan Habibie

Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie meluncurkan buku barunya yang berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah.

Peluncuran buku tersebut dilakukan di Gedung Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta. Dalam sambutannya, BJ Habibie menyebutkan bahwa buku berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah mengacu pada pengalaman hidupnya.



Salah satunya adalah curahan hati saat PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang selanjutnya berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) harus ditutup pada 2002.

Meski begitu, BJ Habibie menekankan bahwa dirinya akan melanjutkan keberlangsungan PTDI, yang telah mendapatkan momen kebangkitan pada awal 2012 lalu.

"PTDI akan saya lanjutkan dengan produksi pesawat yang lebih canggih dari N250. Saya dengan tim sedang merekayasa sebuah pesawat bernama R-80 yang dalam satu tahun lagi akan kami persiapkan supaya bisa mengudara pada 2017," ujar Habibie di Gedung BI, Jakarta, Selasa (1/4/2014).


Pesawat R-80 ini memiliki makna R dari kata Regional dan 80 adalah jumlah penumpang pesawat tersebut. Kelebihan pesawat dengan teknologi anyar ini adalah memiliki baling-baling yang dapat menentukan antara angin yang dingin dan angin panas yang berasal dari engine atau mesin.

Gunanya adalah terjadi campuran angin dingin dan angin panas sehingga bisa mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi. Campuran angin dingin dan angin panas itu disebut bypass ratio.Semakin tinggi bypass ratio yang dimiliki, energi bahan bakar yang digunakan semakin irit.

"Airbus atau Boeing punya bypass ratio 12, semakin sedikit bypass ratio, maka makin sedikit tingkat efisiensi bahan bakarnya. R-80 memiliki bypass ratio 40, sasarannya kurang lebih 30 persen konsumsi bahan bakarnya lebih irit, lebih efisien," ujar Habibie.

Produksi pesawat terbang R-80 akan dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia. Produksi proyek pesawat ini diharapkan akan mampu mendongkrak nasionalisme rakyat Indonesia, berjalan lancar. "Saat ini saya sedang mempersiapkan ini bisa terbang tahun 2017. Yang bikin nanti Dirgantara Indonesia," kata Habibie

Saturday, February 15, 2014

Garuda Airlines Mulai Oprasikan ATR72-600

Garuda Airlines Mulai Oprasikan ATR72-600

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi melakukan penerbangan non komersial pesawat ATR 72-600 pertamanya dari Denpasar, Bali menuju Labuan Bajo di NTT dan Bima di NTB.

atr-72-600

Pesawat ATR 72-600 “Explore” flight tersebut berangkat dari Denpasar pada pukul 08.00 (local time/LT) dan tiba di Labuan Bajo pukul 09.30 LT, lalu berangkat ke Bima pukul 11.00 LT dan  melanjutkan perjalanan kembali ke Denpasar pukul 1430 dan tiba di Denpasar pukul 15.45 LT.
Turut serta dalam penerbangan perdana “Explore” ATR72-600 flight tersebut antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Corinne Breuze, CEO ATR Philipo Bagnato,  Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan kalangan industri kepariwisataan.

bandara bajo ntt

Pesawat ATR 72-600 “Explore” ini akan melayani rute komersial Denpasar-Labuan Bajo (NTT)-Ende (NTT) mulai 3 Desember 2013. Selain itu, pada hari yang sama, Garuda Indonesia juga melayani rute Denpasar-Bima (NTB)-Mataram (NTB).
Selain itu, mulai 20 Desember 2013, pesawat ini juga akan melengkapi rute baru Garuda Indonesia, yaitu rute Denpasar-Labuan bajo-Tambolaka (NTT) dan rute Denpasar-Mataram-Bima (NTB) .

bandara bima ntb

Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia, mengatakan penerbangan non komersial ATR 72-600 hari ini merupakan penerbangan perkenalan pesawat baru ini kepada para calon pengguna jasa.

“Pesawat ini merupakan pesawat tercanggih dan paling nyaman di kelasnya dan pengoperasian pesawat ini ke daerah–daerah “remote”, merupakan kelanjutan komitmen Garuda Indonesiauntuk terus meningkatkan konektivitas wilayah Indonesia, sesuai program MP3EI", kata Emir.

kokpit

Garuda Indonesia terus melanjutkan program transformasi dan ekspansi perusahaan sejalan dengan pertumbuhan positif industri penerbangan, dan seiring rencana pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur transportasi udara dengan membuka bandara-bandara baru di Indonesia dalam dua tahun ke depan, terutama di wilayah-wilayah pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata di remote area.

Di samping itu, pengoperasian pesawat turboprop tersebut juga sejalan dengan program peningkatan layanan yang dilaksanakan, dengan memberikan lebih banyak pilihan destinasi kepada penumpang; seiring langkah Garuda menjadi anggota aliansi global SkyTeam pada Maret 2014.

garuda indonesia atr72-600

Dengan mengoperasikan pesawat turboprop tersebut, Garuda Indonesia akan semakin meningkatkan konektivitas  daerah-daerah di remote area dengan melayani rute-rute penerbangan dengan jarak tempuh kurang dari 900 Nm di seluruh wilayah nusantara. Hal ini dimungkinkan mengingat pesawat ATR72-600 tersebut memiliki kepabilitas untuk menjangkau bandara-bandara kecil yang memiliki panjang landasan pacu kurang dari 1.600 meter - yang tidak dapat didarati oleh pesawat jet.
 
Garuda Indonesia akan mengoperasikan “Explore” ATR72-600 dengan konfigurasi single class cabin (All Economy) berkapasitas 70 penumpang untuk melayani penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo, Tambolaka, Ende, dan Bima, serta selanjutnya dari Makassar dan Ambon untuk melayani rute-rute penerbangan di wilayah tersebut.

Sejalan dengan program pengembangan armadanya, Garuda Indonesia akan mendatangkan sebanyak 35 pesawat ATR72-600, terdiri dari 25 pesawat berupa “firm order” dan 10 pesawat berupa “options”, untuk melayani penerbangan point to point pada rute-rute jarak dekat. Dua pesawat di antaranya tiba November dan Desember tahun ini, sementara sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga 2017 mendatang.


atr72-600 garuda


Pesawat ATR72-600 dikenal dengan kehandalan, biaya operasional, dan konsumsi bahan bakar yang efisien. Efisiensi bahan bakar ini juga membuat pesawat ini dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan secara signifikan.

Pesawat ini memiliki jarak antar kursi (seat pitch) sebesar 30 inci dan juga dilengkapi dengan interior “Armonia” yang dirancang khusus oleh biro desain Giugaro dari Italia –yang berpengalaman memodifikasi sejumlah mobil sport-, sehingga nyaman bagi penumpang.

atr72-600

Armada jenis pesawat ATR72-600 mulai dipasarkan pada 2010 dan hingga Agustus 2013 setidaknya ada lebih dari 600 pesawat jenis ini yang telah dioperasikan oleh maskapai-maskapai internasional lain, antara lain Iberia, Aer Lingus, Air New Zealand, Jet Airways, LOT, Czech Airlines, dan Malaysia Airline.

Thursday, January 16, 2014

CN 235 buatan PT DI Dinobatkan Sebagai Pesawat Terbaik


gambar : CN-235 sedang di pamerkan di integrated expo di Bangladesh

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan.
Desain & Pengembangan



CN-235 diluncurkan sebagai kerja sama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerja sama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.


gambar : CN-235 sedang patroli perairan

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purwarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988. Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, yaitu C-295
Versi Militernya Digunakan di Banyak Negara
Ternyata, versi militer CN 235 banyak diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu:

* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)




Disegani


Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.



Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak dan hanya jadi mainannya BJ Habibie lalu mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati.

Sunday, January 12, 2014

Sukhoi SU-35 di incar oleh Indonesia

KSAU: Kekuatan Alutsista Komponen Utama

sukhoi su 35, su 35 indonesia, su 35 milik indonesia, punya indonesia, su-35 tni angkatan udara, tni au

Su-35 diminati petinggi TNI AU untuk memperkuat skuadron tempur. (Foto: Sukhoi)
15 September 2011, Bandung (Suara Karya): Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat menyatakan, kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) sangat menentukan kredibilitas pertahanan negara. Itu artinya, alutsista kategori komponen utama pertahanan.

su 35, sukhoi indonesia, su-35

"Dasarnya, pertahanan suatu negara ditentukan oleh kekuatan alutsista yang dimiliki," ujar KSAU pada upacara serah terima jabatan Komandan Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Dankoharmatau) dari Marsda TNI Ferdinand Alex Myne kepada Marsda TNI Waliyo, M.Sc. di Bandung, Selasa (13/9).

swa buana paksa

Era teknologi seperti sekarang ini, dikatakan KSAU, pertahanan negara akan mencapai hasil maksimal jika didukung alutsista yang andal serta terpenuhinya logistik serta sistem pemeliharaan yang mumpuni. "Sebagai matra yang sangat mengandalkan sistem persenjataan, unit pemeliharaan seperti Koharmatau yang tugas dan fungsinya melaksanakan pemeliharaan dan produksi materiil TNI Angkatan Udara, pemeliharaan dan pembekalan senjata amunisi serta menyelenggarakan pembinaan alat perbengkelan dan peralatan produksi serta publikasi teknik, akan sangat besar perannya dalam mewujudkan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara," tegas Imam.

su 35

Sasaran pembinaan yang telah ditetapkan dalam jangka pendek, yaitu mengantisipasi accident dalam satu tahun kedepan maupun sasaran jangka panjang untuk menjadikan TNI Angkatan Udara sebagai the first class air force, membutuhkan dedikasi, loyalitas, komitmen dan kerja keras serta personel yang memiliki disiplin tinggi serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

sukhoi su, s

KSAU mengatakan, peran Koharmatau serta tantangan tugas yang dihadapi sudah sepantasnya jika personel yang mengawaki dipersyaratkan memiliki kualitas mumpuni, berdisiplin serta memiliki kecepatan dan ketepatan berolah pikir. "Ini sejalan dengan semboyan Koharmatau 'Sewana Karya Budhi Sakti', yaitu akal dan kecerdasan menjadi andalan suksesnya embanan tugas yang dibebankan, akan senantiasa terpelihara dan bersemayam di setiap personel Koharmatau jika kadar intelektual terus terasah dengan sebaik-baiknya," jelas dia.

angkatan udara, tni

Sebagai komando pemelihara yang syarat pengalaman didukung personel yang terlatih dan profesional, ujar KSAU, Koharmatau akan tetap menunjukkan eksistensinya sebagai unit pemeliharaan yang dapat diandalkan dalam situasi dan kondisi apapun. "Koharmatau jadi ujung tombak pemelihara alutsista TNI Angkatan Udara," ujar Imam.

Sementara itu, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI M Nurullah meminta prajurit TNI AU menumbuhkembangkan kepedulian merawat alutsista. "Tumbuh dan kembangkan sifat kepedulian dari setiap personel Skadron Udara 31 khususnya terhadap alusista yang dioperasionalkan," ujar M Nurullah saat melantik Letkol (Pnb) Eko Sujatmiko sebagai Komandan Skadron Udara 31 menggantikan Letkol (Pnb) Iman Handojo dalam upacara militer di Apron Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
 


Danlanud mengatakan, kepedulian personel terhadap alutsista) harus diiringgi dengan peningkatan kepekaan terhadap disiplin dan patuh hukum. Hindari perbuatan menimbulkan suasana negatif. "Tidak kalah pentingnya adalah jaga soliditas satuan dan kerjasama serta koordinasi kelompok yang harmonis, guna mewujudkan suasana kerja yang kondusif sehingga produktifitas kerja satuan dapat meningkat," jelas Danlanud.

pasukan khas, TNI AU

Sumber: Suara Karya

 
Design by Dek Aswin | Bloggerized by Aswin Bahar Setiawan - Dek Aswin | The Site Of Aswin Bahar Setiawan