Aneka Ilmu
Showing posts with label TNI AD. Show all posts
Showing posts with label TNI AD. Show all posts

Tuesday, November 11, 2014

KOPASSUS <TNI AD> VS DENJAKA <TNI AL>

KETANGGUHAN DENJAKA


Detasemen Jala Mangkara atau biasa disingkat Denjaka adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI yang menempati Hirarki tertinggi dalam jajaran Korps Marinir dan TNI-AL. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka merupakan satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib dalam Korps Marinir TNI-AL.

lambang denjaka
<lambang denjaka>

Denjaka terdiri dari :
1. Satuan markas Detasemen
2. Satuan tim markas
3. Satuan tim teknik
4. Tiga tim tempur.

Segala aktifitas Denjaka bersifat rahasia dan sangat jarang dipublikasikan. Sebagai unsur pelaksana, prajurit Denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional, mobilitas, kecepatan, kerahasiaan, dan pendadakan yang tertinggi. medan operasi yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Disamping itu juga memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara.

<pasukan denjaka>

Mereka dikenal sangat tangguh di medan operasi sebagaimana para “saudara” lainnya, pasukan khusus di matra darat dan udara. Kemampuan Denjaka tak hanya dapat bertempur, tapi juga berperan sebagai satuan intelijen tempur yang handal. Pendidikan hampir 9 bulan dihabiskan untuk menciptakan pasukan Intai Amfibi yang handal, cepat dan rapih dalam menyelesaikan suatu misi khusus.

Tak heran manuver dan gerakan personel Denjaka dalam operasi klandestein membuat musuh kewalahan. Denjaka mampu bertempur di darat, laut, udara dan bawah permukaaan air. Mereka juga memiliki skill yang dimiliki pasukan Kopaska dan Linud (setingkat Parako) untuk menjalankan misinya di TNI. Denjaka juga biasa di libatkan untuk pengamanan Presiden (Paspampres).


<Denjaka>

Suud Rusli


suud rusli
suud rusli
<suud rusli>

Mantan anggota Marinir yang sudah 2x berhasil kabur dari sel tahanan POM Lantamal II Jakarta merupakan salah seorang penyandang baret Denjaka. Karena itu, untuk meringkus Suud yang telah membunuh Direktur PT Asaba Boediharto Angsono dan pengawalnya Edy Siyep (prajurit kopassus) 19 Juli 2003 Jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut mengerahkan hampir satu peleton tim gabungan. TNI-AL sadar bahwa Suud adalah salah seorang prajurit Denjaka yang mempunyai kemampuan luar biasa, dan memiliki keahlian dalam menembak  jitu. Sebagai anggota Denjaka, dia mempunyai pengalaman dalam berbagai operasi khusus. Untuk melukiskan kemampuan Denjaka, ada yang menganggap kemampuan satu pasukan Denjaka setara dengan sepuluh prajurit TNI biasa.
latihan marinir
<latihan marinir>

Para pemburu Suud tak mau gegabah, meski sasarannya sudah diketahui pasti. Kehati hatian tim pemburu yang sebagian juga anggota Denjaka tersebut berhasil melumpuhkan Suud di Jalan Sumbersari, Desa Sumbersari, Kota Malang, Tahun 2007 lalu. Pada saat penyergapan terjadi, Suud berhasil menembak 3 orang tim pemburu yang tergabung dalam unsur TNI/POLRI, dan beruntung masih bisa tertolong. Namun Suud sendiri terluka dengan luka tembak didada dan paha. Kemudia suud dimasukkan ke lapas militer di Surabaya. Menghadapi Suud bukanlah hal yang mudah karena dia mantan pasukan khusus yang mempunyai kemampuan lebih dari pada prajurit Marinir biasa. Itulah gambaran bahwa lulusan pendidikan Denjaka disegani sekaligus ditakuti. Mereka adalah pasukan inti di Kesatuan Marinir yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Kemampuan tersebut diraih setelah ditempah melalui pendidikan yang sangat ketat serta melewati ujian yang sangat berat.

Seleksi Pendidikan Denjaka

Tidak heran, di antara ratusan prajurit yang mengikuti seleksi pendidikan Denjaka, hanya sekitar 50 an orang yang diterima. Mereka akan dilatih keras di kawah candradimuka di Situbondo. Tahun-tahun sebelumnya, sering hanya belasan prajurit yang memenuhi syarat. Mereka yang tak lulus dikembalikan ke kesatuannya semula. Setelah masuk tahap seleksi ke II, Tidak semua yang mengikuti pendidikan tersebut lolos. beberapa di antara mereka dimungkinkan akan dikembalikan ke kesatuannya karena tidak mampu mengikuti pendidikan.

Selain fisik prima, calon Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Sebab, pasukan elite yang sering digunakan untuk penyusupan di daerah operasi itu harus mampu menghadapi berbagai masalah, baik secara individu maupun kelompok.


<marinir>

Selama menjalani pendidikan. Teori di kelas hanya 20 persen. Selebihnya di lapangan, seperti hutan, laut, bahkan udara. Mereka harus mempunyai kemampuan terbaik di darat, laut, dan udara. Mereka dituntut mampu melaksanakan tugas rahasia secara sempurna. Untuk mencapai semua itu, diperlukan pendidikan yang sangat keras dan ketat. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat.
Mereka ditempah di tengah ombak ganas di Laut Banyuwangi, yang biasanya menghanyutkan perahu nelayan. Dengan tangan dan kaki diikat, para prajurit tersebut dibuang ke laut ganas itu. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri.“Latihan mereka cukup berat. Kaki dan tangan diikat pun bisa hidup.

Kenapa sampai demikian? Bila sewaktu-waktu prajurit trimedia (menguasai medan darat, laut, dan udara) itu dibuang ke laut dalam keadaan tangan dan kaki terikat oleh musuh, mereka akan mampu menyelamatkan diri. Setelah melawan ombak besar di laut, mereka juga dituntut bertahan hidup di hutan tanpa perbekalan sedikit pun. Untuk menguji daya tahannya itu, para prajurit terpilih tersebut dilepas di tengah hutan dengan hanya bermodalkan garam. Air minum pun tidak diperkenankan dibawa. Selebihnya, cari sendiri di hutan. Latihan itu dilakukan di Alas Purwo. Di sana, mereka dilepas untuk melatih ketahanan fisik dan kemampuan per orangan.

Di tengah hutan, mereka harus bertahan berhari-hari. Mereka tak jarang hanya makan binatang buas, seperti ular. Bila mampu menangkap monyet, hewan itu pulalah yang disantap. Selama tiga hari tiga malam, mereka tidur di tengah hutan rimba tersebut. Kadang-kadang, juga lebih.

Untuk latihan udara, mereka bukan lagi dilatih terjun tempur seperti prajurit biasa. Kalau terjun tempur, begitu keluar dari pintu pesawat, payung sudah terbuka. Tapi, Denjaka dilatih terjun bebas. Yang menarik, terjun bebas itu tidak saja dilakukan siang, tapi juga tengah malam. Dengan begitu, bila sewaktu-waktu masuk ke sasaran musuh, mereka tidak harus lewat darat atau laut yang mudah dideteksi lawan. Para Denjaka juga bisa diturunkan dari pesawat dengan ketinggian yang sulit terdeteksi musuh.

alutsista denjaka
<latihan denjaka>

Untuk menghindari pendeteksian musuh, mereka harus piawai menyelam. Dengan menggunakan kompas, sambil menghitung derajat daerah sasaran, para Denjaka harus bisa muncul di titik yang tepat. Itu baru tahap latihan. Bila pelantikan atau dikenal dengan pembaretan, mereka harus jalan kaki siang malam. Itu sering dilakukan Banyuwangi-Surabaya. Mereka dilepas di Banyuwangi dan diperintahkan kumpul di Surabaya dalam waktu yang ditentukan. Bila naik kendaraan dan ketahuan instruktur, hukuman berat bakal dirasakan. Baretnya pun bakal tak hinggap di kepala.

Monday, November 10, 2014

KOPASSUS Pasukan Terbaik Dunia

KOPASSUS PASUKAN KHUSUS TERBAIK KETIGA DUNIA KOPASSUS PASUKAN KUSUS TERBAIK KETIGA DUNIA

lambang kopassus
<lambang kopassus>

Kopassus merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI AD. Lain halnya dengan Denjaka milik TNI AL, Pasukan ini sangatlah terkenal di belahan dunia. Kopassus atau biasa di kenal dengan Komando Pasukan Khusus, yang biasa menggunakan baret merah ini telah banyak menorehkan pujian. Adapun uraian selanjutnya silahkan membaca di bawah ini.,..

selamat membaca

Dalam Discovery Channel Military telah di bahas tentang pasukan khusus terbaik di dunia (Top Elite Special Forces In The World). Pasukan Khusus di dunia dinilai  dan diamati kinerjanya dengan parameter-parameter tertentu, dan tentu saja dihimpun juga pendapat-pendapat dari berbagai pengamat militer dan para ahli sejarah untuk menjamin keakuratannya. Menurut siaran Discovery Channel tersebut terlihat hasil yang cukup membanggakan tanah air tercinta kita Indonesia ini. Posisi pertama ditempati SAS (Inggris), peringkat kedua MOSSAD (Israel), dan peringkat ketiga adalah KOPASSUS (Indonesia). Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan kenapa pasukan khusus Amerika Serikat tidak masuk peringkat dalam penilaiannya. Ternyata dikarenakan mereka terlalu bergantung pada peralatan yang berbasis teknologi super canggih, akurat dan serba digital. Sedangkan menurut penilaian bahwa sebuah pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu khususnya. Tentu saja termasuk di dalamnya adalah kemampuan bela diri, bertahan hidup (survival), kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap. Dan lain sebagainya.

kopassus
<identitas baret merah KOPASSUS>

Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan dan bergantung pada teknologi canggih, serba digital. keberanian dan ketahanan serta kekuatan menjadi nilai plus bagi Kopassus. Mungkin karena itu pulalah muncul ungkapan bahwa 1 prajurit Kopassus setara dengan 5 prajurit biasa. Dan mungkin juga karena kehebatan Kopassus itu jugalah yang menyebabkan sekitar tahun 90-an Amerika begitu keberatan, dan Australia menjadi ketakutan ketika Indonesia akan memperbesar jumlah anggota Kopassusnya. Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dulunya bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha), dilatih untuk mengumpulkan data intelijen, berbagai teknik operasi khusus, sabotase, misi berat, dan pendaratan lewat udara dan air.

Baret merah kopassus
<baret merah KOPASSUS>
Pasukan ini dirikan pada tanggal 16 April 1952, Kopassus dirombak dan dikecilkan jumlahnya di tahun 1985, dan pada tahun 1992 kekuatan Kopassus hanya berjumlah 2.500 orang. Mereka, yang dapat dengan mudah dikenali karena baret merahnya, dibagi dalam dua grup operasi dan satu grup pelatihan. Pada tahun-tahun akhir di dasawarsa 1990-an Kopassus kembali menambah jumlah anggotanya menjadi 6.000 orang. Dengan bermarkas besar di Cijantung, Jakarta Timur, Kopassus kini berkembang menjadi lima grup, dimana Group IV secara khusus menangani operasi intelijen bersama dengan Satuan Gabungan Intelijen (SGI) Kopassus. Beberapa kiprah Kopassus yang membanggakan antara lain pernah penjadi juara satu sniper (penembak jitu) dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pacific Desember 2006. Waktu itu nomor duanya adalah dari SAS. Kemudian mereka menduduki posisi nomor 2 dari 35 pasukan khusus yang ikut terlibat dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen-pergerakan-penyusupan-penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical Deployment and Assault di Wina Austria.

markas kopassus
<markas grup 2 KOPASSUS>

Pada saat itu yang menjadi nomor satu adalah Delta Force USA. Negara-negara Afrika Utara hingga Afrika Barat memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan khusus mereka dengan sekitar 80% pelatih mereka adalah perwira-perwira Kopassus. Bahkan pasukan pengawal presiden (PASPAMPRES) Kamboja adalah sebuah pasukan elite yang dilatih oleh Kopassus. Unit Kopassus pernah terlibat dalam operasi pembebasan sandera dalam pesawat Garuda Airline Woyla pada tahun 1981.

pasca operasi woyla
<pasca operasi woyla>

Ternyata kita memiliki pasukan elite yang sungguh luar biasa. Karenanya besar harapan pasukan elite ini tidak hanya mengangkat citra Indonesia di mata dunia, tapi juga mampu membantu stabilitas dalam negeri. Tentu saja di dalamnya ada harapan bahwa Kopassus juga dapat membantu “mengamankan” Papua, dan daerah-daerah konflik lainnya.

Friday, November 7, 2014

Roket Buatan Anak Bangsa

LAPAN-TNI AD kembangkan roket

Penanda tanganan TNI AD dan LAPAN

<penanda tanganan antara KASAD dan LAPAN>

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman bersama Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bambang Tejasukmana menjawab pertanyaan wartawan usai penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama antara TNI Angkatan Darat dan LAPAN di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, pada hari selasa lalu tanggal 21 januari 2014

Setelah ditanda tangannya nota kesepahaman antara Bambang Tedjakusuma, dan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman, di mabes TNI, kini lapan berkemauan keraas untuk menciptakan sebuah roket yang memiliki jarak jauh. roket ini akan dinamai dengan RX-550

<Roket RX-550 (rencana)>

"Beberapa kemampuan LAPAN nanti akan kami manfaatkan untuk kepentingan TNI AD," kata KSAD Budiman kala itu. Di antara kerja sama itu, pengembangan peluru kendali dan teknologi penginderaan jarak jauh, yang akan dimanfaatkan juga oleh Dinas Topografi TNI AD akan segera di usahakan. 

Sejak lama LAPAN telah mempelajari teknologi penerbangan roket, sains antariksa, sains atmosfir, dan teknologi UAV, yang memerlukan penguasaan penginderaan jarak jauh, kendali, dan aerodinamika, gunanya untuk mengkaji proyek pembuatan roket jarak jauh ini .

 

<UAV buatan LAPAN>

TNI rela membagi sekitar Rp.350 M untuk LAPAN demi terwujutnya roket yang amat dinanti ini. Roket ini merupakan hasil kaji anak bangsa, yang dapat dibanggakan, sekaligus membuktikan pada dunia, bahwa negara Indonesia bukan negara lemah.


Dia menjelaskan teknologi penginderaan jarak jauh yang dimiliki LAPAN dapat membantu TNI dalam kepentingan survei dan mapping, intelijen geospacial dan monitoring pengamanan wilayah perbatasan yangkerap kali dilanggar oleh negara tetangga. TNI AD telah mewacanakan mengerahkan UAV untuk mengawasi garis perbatasan negara.

Untuk teknologi roket, sebetulnya Indonesia negara pertama di belahan selatan Bumi alias negara dunia ketiga yang mampu menguasai teknologi ini. Namun capaian sejak dasawarsa '60-an itu tidak dipedulikan secara serius oleh rezim pemerintahan Orde Baru pada masa soeharto, sehingga Indonesia kini bukan negara pemimpin teknologi ini.

Tejasukma mengatakan, kerja sama dengan TNI AD akan fokus pada pengembangan metoda dan membuat prototipe, yang nanti diproduksi perusahaan di sektor industri pertahanan dalam negeri.

 
Design by Dek Aswin | Bloggerized by Aswin Bahar Setiawan - Dek Aswin | The Site Of Aswin Bahar Setiawan