Aneka Ilmu
Showing posts with label airlines. Show all posts
Showing posts with label airlines. Show all posts

Monday, September 7, 2015

Alasan Mengapa Bandara Polonia Dipindah

Assalamualaikum
Kali ini admin ingin menuliskan seputar Bandara Polonia, yah sekalian pingin cari tau info kebenarannya, admin juga pingin bagi bagi informasi sama kalian.

Alasan Mengapa Bandara Polonia dipindah ?

Sekelumit Tentang Bandara Polonia

Bandara Polonia merupakan bandara yang sudah lumayan tua yang letaknya di tengah pusat kota Medan, itu yang menyebabkan gubernur sumatra utara kala itu berniat untuk memindahkannya. Selain untuk memudahkan pembangunan gedung tinggi, upaya itu juga dilakukan untuk menghindarkan dari kemacetan. Setelah dipertimbangkan, pada tahun 1994 wacana pemindahan telah disetujui oleh beberapa petinggi yang ada di Sumatera Utara, akhirnya setelah satu tahun, perencanaan ini disahkan oleh Menteri Perhubbungan dengan mengeluarkan KM nomor 41Tahun 1995, rencananya pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 1997 di sekitar wilayah desa Kuala Namu, Diliserdang, Sumatera Utara.

Setelah berjalannya waktu, di tahun 1997 Indonesia mengalami krisis moneter yang menyebabkan berhentinya perencanaan pembangunan Bandara Kuala Namu. Di awal tahun 2000 hingga era 2006 rancangan ini belum juga terealisasi. Kemudian di akhir tahun 2006 pekerjaan ini dimulai lagi dengan disahkannya pembangunan perdana Bandara Kuala Namu. Dan setelah beberapa tahun tepatnya di tanggal 25 Juli 2013 lika liku perjalanan pembangunan Bandara akhirnya terealisasi dengan ditutupnya Bandara Polonia serta dibukanya Bandara Kuala Namu untuk penerbangan sipil.


Alasan Mengapa Bandara Polonia dipindah ?

Bandara Polonia Berubah Nama

Pada tanggal 25 Juli 2013 merupakan tanggal dimana Bandara Polonia sudah tidak lagi digunakan untuk umum. Tapi jangan salah, karena walau bagaimanapun, Bandara ini merupakan milik TNI Angkatan Udara, dan menurut opini para jurnalis, Bandara Polonia akan digunakan TNI Angkatan Udara untuk markas pesawat milik TNI AU, sebenarnya masuk akal juga karena memang selama ini TNI AU belum memiliki markas pesawat yang besar disekitar pulau sumatra, padahal pulau ini berbatasan langsung dengan Malaysia serta Singapura.

Beberapa hari kemudian, isu yang beredar itupun dibenarkan oleh Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional atau Pangkosek Hanudhas, beliau menyebutkan bahwa nantinya Bandara Polonia akan dijadikan markas pesawat pengintai. Bukan hanya itu, Bandara Polonia juga akan diganti namanya dengan Bandara Soewondo nantinya.

Wednesday, June 11, 2014

Kelebihan Pesawat R-80 Buatan Habibie

Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie meluncurkan buku barunya yang berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah.

Peluncuran buku tersebut dilakukan di Gedung Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta. Dalam sambutannya, BJ Habibie menyebutkan bahwa buku berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah mengacu pada pengalaman hidupnya.



Salah satunya adalah curahan hati saat PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang selanjutnya berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) harus ditutup pada 2002.

Meski begitu, BJ Habibie menekankan bahwa dirinya akan melanjutkan keberlangsungan PTDI, yang telah mendapatkan momen kebangkitan pada awal 2012 lalu.

"PTDI akan saya lanjutkan dengan produksi pesawat yang lebih canggih dari N250. Saya dengan tim sedang merekayasa sebuah pesawat bernama R-80 yang dalam satu tahun lagi akan kami persiapkan supaya bisa mengudara pada 2017," ujar Habibie di Gedung BI, Jakarta, Selasa (1/4/2014).


Pesawat R-80 ini memiliki makna R dari kata Regional dan 80 adalah jumlah penumpang pesawat tersebut. Kelebihan pesawat dengan teknologi anyar ini adalah memiliki baling-baling yang dapat menentukan antara angin yang dingin dan angin panas yang berasal dari engine atau mesin.

Gunanya adalah terjadi campuran angin dingin dan angin panas sehingga bisa mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi. Campuran angin dingin dan angin panas itu disebut bypass ratio.Semakin tinggi bypass ratio yang dimiliki, energi bahan bakar yang digunakan semakin irit.

"Airbus atau Boeing punya bypass ratio 12, semakin sedikit bypass ratio, maka makin sedikit tingkat efisiensi bahan bakarnya. R-80 memiliki bypass ratio 40, sasarannya kurang lebih 30 persen konsumsi bahan bakarnya lebih irit, lebih efisien," ujar Habibie.

Produksi pesawat terbang R-80 akan dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia. Produksi proyek pesawat ini diharapkan akan mampu mendongkrak nasionalisme rakyat Indonesia, berjalan lancar. "Saat ini saya sedang mempersiapkan ini bisa terbang tahun 2017. Yang bikin nanti Dirgantara Indonesia," kata Habibie

Saturday, February 15, 2014

Garuda Airlines Mulai Oprasikan ATR72-600

Garuda Airlines Mulai Oprasikan ATR72-600

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi melakukan penerbangan non komersial pesawat ATR 72-600 pertamanya dari Denpasar, Bali menuju Labuan Bajo di NTT dan Bima di NTB.

atr-72-600

Pesawat ATR 72-600 “Explore” flight tersebut berangkat dari Denpasar pada pukul 08.00 (local time/LT) dan tiba di Labuan Bajo pukul 09.30 LT, lalu berangkat ke Bima pukul 11.00 LT dan  melanjutkan perjalanan kembali ke Denpasar pukul 1430 dan tiba di Denpasar pukul 15.45 LT.
Turut serta dalam penerbangan perdana “Explore” ATR72-600 flight tersebut antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Corinne Breuze, CEO ATR Philipo Bagnato,  Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan kalangan industri kepariwisataan.

bandara bajo ntt

Pesawat ATR 72-600 “Explore” ini akan melayani rute komersial Denpasar-Labuan Bajo (NTT)-Ende (NTT) mulai 3 Desember 2013. Selain itu, pada hari yang sama, Garuda Indonesia juga melayani rute Denpasar-Bima (NTB)-Mataram (NTB).
Selain itu, mulai 20 Desember 2013, pesawat ini juga akan melengkapi rute baru Garuda Indonesia, yaitu rute Denpasar-Labuan bajo-Tambolaka (NTT) dan rute Denpasar-Mataram-Bima (NTB) .

bandara bima ntb

Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia, mengatakan penerbangan non komersial ATR 72-600 hari ini merupakan penerbangan perkenalan pesawat baru ini kepada para calon pengguna jasa.

“Pesawat ini merupakan pesawat tercanggih dan paling nyaman di kelasnya dan pengoperasian pesawat ini ke daerah–daerah “remote”, merupakan kelanjutan komitmen Garuda Indonesiauntuk terus meningkatkan konektivitas wilayah Indonesia, sesuai program MP3EI", kata Emir.

kokpit

Garuda Indonesia terus melanjutkan program transformasi dan ekspansi perusahaan sejalan dengan pertumbuhan positif industri penerbangan, dan seiring rencana pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur transportasi udara dengan membuka bandara-bandara baru di Indonesia dalam dua tahun ke depan, terutama di wilayah-wilayah pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata di remote area.

Di samping itu, pengoperasian pesawat turboprop tersebut juga sejalan dengan program peningkatan layanan yang dilaksanakan, dengan memberikan lebih banyak pilihan destinasi kepada penumpang; seiring langkah Garuda menjadi anggota aliansi global SkyTeam pada Maret 2014.

garuda indonesia atr72-600

Dengan mengoperasikan pesawat turboprop tersebut, Garuda Indonesia akan semakin meningkatkan konektivitas  daerah-daerah di remote area dengan melayani rute-rute penerbangan dengan jarak tempuh kurang dari 900 Nm di seluruh wilayah nusantara. Hal ini dimungkinkan mengingat pesawat ATR72-600 tersebut memiliki kepabilitas untuk menjangkau bandara-bandara kecil yang memiliki panjang landasan pacu kurang dari 1.600 meter - yang tidak dapat didarati oleh pesawat jet.
 
Garuda Indonesia akan mengoperasikan “Explore” ATR72-600 dengan konfigurasi single class cabin (All Economy) berkapasitas 70 penumpang untuk melayani penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo, Tambolaka, Ende, dan Bima, serta selanjutnya dari Makassar dan Ambon untuk melayani rute-rute penerbangan di wilayah tersebut.

Sejalan dengan program pengembangan armadanya, Garuda Indonesia akan mendatangkan sebanyak 35 pesawat ATR72-600, terdiri dari 25 pesawat berupa “firm order” dan 10 pesawat berupa “options”, untuk melayani penerbangan point to point pada rute-rute jarak dekat. Dua pesawat di antaranya tiba November dan Desember tahun ini, sementara sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga 2017 mendatang.


atr72-600 garuda


Pesawat ATR72-600 dikenal dengan kehandalan, biaya operasional, dan konsumsi bahan bakar yang efisien. Efisiensi bahan bakar ini juga membuat pesawat ini dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan secara signifikan.

Pesawat ini memiliki jarak antar kursi (seat pitch) sebesar 30 inci dan juga dilengkapi dengan interior “Armonia” yang dirancang khusus oleh biro desain Giugaro dari Italia –yang berpengalaman memodifikasi sejumlah mobil sport-, sehingga nyaman bagi penumpang.

atr72-600

Armada jenis pesawat ATR72-600 mulai dipasarkan pada 2010 dan hingga Agustus 2013 setidaknya ada lebih dari 600 pesawat jenis ini yang telah dioperasikan oleh maskapai-maskapai internasional lain, antara lain Iberia, Aer Lingus, Air New Zealand, Jet Airways, LOT, Czech Airlines, dan Malaysia Airline.

Thursday, January 16, 2014

CN 235 buatan PT DI Dinobatkan Sebagai Pesawat Terbaik


gambar : CN-235 sedang di pamerkan di integrated expo di Bangladesh

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan.
Desain & Pengembangan



CN-235 diluncurkan sebagai kerja sama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerja sama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.


gambar : CN-235 sedang patroli perairan

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purwarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988. Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, yaitu C-295
Versi Militernya Digunakan di Banyak Negara
Ternyata, versi militer CN 235 banyak diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu:

* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)




Disegani


Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.



Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak dan hanya jadi mainannya BJ Habibie lalu mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati.

Sunday, January 12, 2014

Sukhoi SU-35 di incar oleh Indonesia

KSAU: Kekuatan Alutsista Komponen Utama

sukhoi su 35, su 35 indonesia, su 35 milik indonesia, punya indonesia, su-35 tni angkatan udara, tni au

Su-35 diminati petinggi TNI AU untuk memperkuat skuadron tempur. (Foto: Sukhoi)
15 September 2011, Bandung (Suara Karya): Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat menyatakan, kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) sangat menentukan kredibilitas pertahanan negara. Itu artinya, alutsista kategori komponen utama pertahanan.

su 35, sukhoi indonesia, su-35

"Dasarnya, pertahanan suatu negara ditentukan oleh kekuatan alutsista yang dimiliki," ujar KSAU pada upacara serah terima jabatan Komandan Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Dankoharmatau) dari Marsda TNI Ferdinand Alex Myne kepada Marsda TNI Waliyo, M.Sc. di Bandung, Selasa (13/9).

swa buana paksa

Era teknologi seperti sekarang ini, dikatakan KSAU, pertahanan negara akan mencapai hasil maksimal jika didukung alutsista yang andal serta terpenuhinya logistik serta sistem pemeliharaan yang mumpuni. "Sebagai matra yang sangat mengandalkan sistem persenjataan, unit pemeliharaan seperti Koharmatau yang tugas dan fungsinya melaksanakan pemeliharaan dan produksi materiil TNI Angkatan Udara, pemeliharaan dan pembekalan senjata amunisi serta menyelenggarakan pembinaan alat perbengkelan dan peralatan produksi serta publikasi teknik, akan sangat besar perannya dalam mewujudkan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara," tegas Imam.

su 35

Sasaran pembinaan yang telah ditetapkan dalam jangka pendek, yaitu mengantisipasi accident dalam satu tahun kedepan maupun sasaran jangka panjang untuk menjadikan TNI Angkatan Udara sebagai the first class air force, membutuhkan dedikasi, loyalitas, komitmen dan kerja keras serta personel yang memiliki disiplin tinggi serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

sukhoi su, s

KSAU mengatakan, peran Koharmatau serta tantangan tugas yang dihadapi sudah sepantasnya jika personel yang mengawaki dipersyaratkan memiliki kualitas mumpuni, berdisiplin serta memiliki kecepatan dan ketepatan berolah pikir. "Ini sejalan dengan semboyan Koharmatau 'Sewana Karya Budhi Sakti', yaitu akal dan kecerdasan menjadi andalan suksesnya embanan tugas yang dibebankan, akan senantiasa terpelihara dan bersemayam di setiap personel Koharmatau jika kadar intelektual terus terasah dengan sebaik-baiknya," jelas dia.

angkatan udara, tni

Sebagai komando pemelihara yang syarat pengalaman didukung personel yang terlatih dan profesional, ujar KSAU, Koharmatau akan tetap menunjukkan eksistensinya sebagai unit pemeliharaan yang dapat diandalkan dalam situasi dan kondisi apapun. "Koharmatau jadi ujung tombak pemelihara alutsista TNI Angkatan Udara," ujar Imam.

Sementara itu, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI M Nurullah meminta prajurit TNI AU menumbuhkembangkan kepedulian merawat alutsista. "Tumbuh dan kembangkan sifat kepedulian dari setiap personel Skadron Udara 31 khususnya terhadap alusista yang dioperasionalkan," ujar M Nurullah saat melantik Letkol (Pnb) Eko Sujatmiko sebagai Komandan Skadron Udara 31 menggantikan Letkol (Pnb) Iman Handojo dalam upacara militer di Apron Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
 


Danlanud mengatakan, kepedulian personel terhadap alutsista) harus diiringgi dengan peningkatan kepekaan terhadap disiplin dan patuh hukum. Hindari perbuatan menimbulkan suasana negatif. "Tidak kalah pentingnya adalah jaga soliditas satuan dan kerjasama serta koordinasi kelompok yang harmonis, guna mewujudkan suasana kerja yang kondusif sehingga produktifitas kerja satuan dapat meningkat," jelas Danlanud.

pasukan khas, TNI AU

Sumber: Suara Karya

Monday, July 22, 2013

N-219 Buatan PT Dirgantara Indonesia

N-219 Buatan PT Dirgantara Indonesia

n-219

N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh PT Dirgantara Indonesia dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat N-219 ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat N-219 yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

Sebelum memasuki serial production, PT DI terlebih dahulu akan membuat dua unit purwarupa atau yang biasa disebut prototype untuk uji terbang serta satu unit purwarupa untuk tes statis pada tahun 2012. Program pembuatan purwarupa sendiri direncanakan memakan waktu selama dua tahun dengan pengalokasian dana yang dibutuhkan sebesar Rp300 miliar.

n 219, pt di, dirgantara indonesia

Akan tetapi hingga saat ini pembuatan prototype pesawat N-219 ini masih memiliki kendala dalam pendanaan, hingga saat ini belum terang siapa yang akan member finish dana pada PT DI ini. tentunya kami sangat berharap agar prototype ini terlaksana tanpa ada halangan, kemudian PT DI bisa terkenal dan imbasnya pada keseganan Negara lain pada kedaulatan NKRI.



Pesawat N-219 akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin pada bulan maret 2010. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada pemesan pertamanya untuk diterbangkan sekitar 2014-2015. Pesawat N-219 ini merupakan pengembangan dari pesawat N-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI dibawah lisensi CASA, sebuah perusahaan aerospace milik spanyol.

Berikut fitur utama dari pesawat N-219
  • Fungsi: angkut penumpang dan kargo (Multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang)
  • Kapasitas: 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar)
  • Kinerja lepas landas dan mendarat: jarak pendek (600 m)
  • Biaya operasional: rendah
  • Mesin: 2 x 850 shp
Adapun spesifikasinya sebagai berikut
  • Kecepatan jelajah maksimum: 395 km / jam (213 KTS)
  • Kecepatan jelajah ekonomis: 352 km / jam (190 KTS)
  • Rata rata feri Maksimum: 1580 Nm
  • jarak lepas landas (halangan 35 kaki): 465 m, ISA, SL
  • jarak mendarat (halangan 50 kaki): 510 m, ISA, SL
  • Kecepatan jatuh (stall): 73 KTS
  • Berat lepas landas maksimum (MTOW): 7270 kg (16,000 lbs)
  • Muatan Maksimum: 2500 kg (5511 lb)
  • Tingkat panjat 2300 kaki / menit (semua mesin operasi)
  • Jarak: 600 Nm

MERPATI AIRLINES BELI 20 PESAWAT N-212 LOKAL

MERPATI AIRLINES BELI 20 PESAWAT N-212 LOKAL

Merpati Airlines telah memutuskan untuk memborong 20 pesawat N-212 buatan PT DI. 20 Pesawat N-212 tersebut digunakan untuk rute-rute pada daerah terpencil di Indonesia.
 
merpati
Sesuai pidato presiden, bahwa penggunaan pesawat yang di produksi oleh PT Dirgantara Indonesia bukan hanya untuk kalangan militer saja, melainkan masyarakat luas juga bisa menikmati kenyamanan pesawat buatan local ini.


Beberapa bulan setelah pidato presiden tersebut, PT Merpati Nusantara Airlines mencapai kesepakatan dengan PT Dirgantara Indonesia untuk memesan 20 pesawat CN-212 berkapasitas 28 tempat duduk. Satu unit pesawat dihargai US$ 6 juta. Sehingga pemesanan 20 unit pesawat tersebut total senilai Rp 1,08 Triliun.

Rencananya 4-5 unit pesawat akan dikirimkan kepada Merpati mulai tahun ini juga. Sedangkan sisanya akan dikirimkan pada tahun-tahun berikutnya. Dibelinya pesawat CN-212 buatan PT DI ini akan memperkuat eksistensi Merpati di rute-rute perintis baik di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Mengenai pembiayaan, Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo menjelaskan bahwa pembelian 20 pesawat yang mencapai US$ 120 juta itu merupakan hasil kerjasama antara pemerintah kabupaten dan Merpati. Saat ini Merpati sudah menandatangani kerjasama dengan Pemda Sampit dan Merauke. Sebanyak 10 pemda lainnya yang berada di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua juga berminta menggunakan pesawat Merpati.
Untuk pengadaan pesawat itu, dia menuturkan, Merpati akan menerapkan sistem sewa guna usaha atau leasing. "Nantinya, pesawat-pesawat ini akan melayani rute-rute di Kalimantan dan Papua," ujar Rudy.


MERPATI,

Rudy menjelaskan, pesawat itu nantinya akan memiliki sayap lebih panjang dan menggunakan mesin generasi terbaru, sehingga mampu menaklukkan medan di Papua yang terkenal "ganas".




Sementara itu, beberapa daerah di Kalimantan dan Papua juga menyatakan minat untuk bekerja sama dengan Merpati dengan membuka penerbangan dari daerahnya, salah satunya adalah Kabupaten Sampit. Nantinya, akan ada skema kerja sama antara Merpati dan Sampit terkait rute penerbangan.

MERPATI.

"Bisa nanti daerah menyertakan modal berapa. Operational cost itu kan paling besar 60 persen bahan bakar, 11 persen biaya pesawat. Nantinya, terserah daerah mau investasi di mana," katanya.



Saat ini Merpati mengoperasikan 30 pesawat dari berbagai jenis. Dengan tambahan 20 pesawat ini nantinya Merpati akan mengoperasikan setidaknya 50 pesawat. Manajemen Merpati berharap tambahan 20 pesawat ini akan berkontribusi sebanyak 20 persen dari total pendapatan Merpati.

Sunday, July 7, 2013

Pesawat Airbus A320-200 Baru Milik Citilink


Pesawat Airbus A320-200 Baru Milik Citilink


Minggu sore (26/5/2013) sekitar pukul 17.00 WIB, pesawat A320 -200 PK –GLW merapat ke apron Garuda Maintenance Facility (GMF). Dua water canon pun menyambut dengan guyuran air. Seakan memandikan pesawat yang baru selesai  melakukan perjalanan panjang, sekitar 15 jam dari Toulouse, Perancis.


citilink airlines, a320 terbaru, pesawat airbus, airbus a320
Pesawat ini merupakan pesawat keluaran airbus, sebuah pabrik dirgantara ternama selain boeing, pesawat ini diangkasai oleh pabrikan citilink, pesawat seri A320-200 ini hampir mirip dengan B737, perbedaan yang amat mencolok adalah bagian ujung dari kedua sayap pesawat tersebut.


Di Hanggar GMF, gegap gempita penyambutan berlangsung. Tampak turut menyambut adalah Wakil Menteri Perhubungan yang juga merupakan Komisaris Utama Garuda Indonesia Group, Bambang Susantono dan Komisaris Peter F Gontha. Juga ada Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar dan pemegang saham Garuda, Chairul Tanjung. Dan tentu saja, ada juga Direktur Utama Citilink, Arif Wibowo sebagai tuan rumah.

citilink, pesawat citilink, a320 Pesawat tersebut adalah pesawat ke 29 Dari Citilink. Dengan penambahan ini, Citilink sekarang mempunyai 22 pesawat A320, 1 pesawat B737-400 dan 6 pesawat B737-300. Pada tahun ini, Citilink akan melepas pesawat yang dianggap sudah tua. Di antaranya  B737 klasik yang merupakan warisan dari Garuda dan A320 akan mulai dilepas. Kedepannya, Citilink akan mengganti semua pesawat B737 klasik dengan A320. Serta akan menambah 15 pesawat ATR 72-500.

“ Sebagai maskapai LCC, kami perlu pesawat yang lebih efisien. Dan ini hanya ada pada pesawat-pesawat baru,” ujar Arif. Jika B737 klasik sudah dilepas, usia armada Citilink akan dibawah satu tahun.
Pesawat yang baru dating ini sudah dilengkapi sistim fly by wire dan  memiliki sebuah Elektronic Centralised Aircraft Monitor (ECAM). ECAM adalah sistim monitor pesawat elektronik terpusat yang memberikan informasi kepada awak pesawat mengenai semua sistim di dalam pesawat.
ECAM juga menyediakan peringatan otomatis terhadap kerusakan sistim dan memperlihatkan daftar elektronik untuk membantu mengatasi kerusakan tersebut

sumber : angkasa

Tuesday, July 2, 2013

Perbedaan Airbus A320 dan Boeing B737


Kali ini admin ingin membahas perbedaan antara airbus A320 family dan boeing B737 family. perbedaan antara airbus dan boeing amatlah banyak, dari segi sayap, kokpit, tuas kontrol, dan keiritan bahan yang digunakannya, namun yang admin bahas kali ini adalah seputar hemat energi, atau go green indonesia saja.

Di dalam dunia soft-drinks selalu ada Coke vs Pepsi, di dalam dunia hamburger selalu ada McDonald vs Burger King, di dalam dunia O/S (Operating Systems) selalu ada Microsoft Windows vs Apple Macintosh. Di dalam dunia Citizen Journalism di Indonesia selalu ada KoKi vs Baltyra (He…he…he…. Bener, kan?)

Nah, di dalam dunia commercial aircraft selalu ada Boeing vs Airbus. Memang masih banyak company yang buat pesawat selain Boeing dan Airbus seperti McDonnell Douglas (USA) dengan produknya yang pasti anda pernah dengar seperti DC9, DC10, MD11 atau Fokker (Belanda) dengan produknya yang dulu sempat terkenal seperti F-28 dan F-100. Masih ada juga pabrik pesawat di Russia seperti Tupolev, atau pesawat buatan Canada seperti Bombardier yang membuat type CRJ100, CRJ200, CRJ440 dan CRJ500, dan masih banyak lagi, tetapi yang paling terkenal di dunia ini hanyalah Boeing dan Airbus.
airbusdouglasboeingfokker

Sama seperti pizza, masih banyak pizza seperti Papa John, Little Caesar, California Pizza Kitchen, dll. Tetapi yang merajai dunia pizza di bumi ini, hanyalah Pizza Hut vs Domino Pizza. Sama seperti mobil Jepang, ada Subaru, Toyota, Mazda, Isuzu, Honda, Nissan, dll. Tetapi yang merajai dunia hanyalah Honda VsToyota.

Saya yakin anda yang pernah terbang, pasti pernah naik pesawat Boeing atau Airbus. Coba tengok berbagai macam maskapai penerbangan di dunia ini, sebagian besar dari mereka hanya punya pesawat yang dibuat oleh dua company; Boeing dan Airbus, dari pesawat yang berbadan kecil, pesawat berbadan sedang dan pesawat berbadan lebar. Semua itu buatan Boeing (USA) atau Airbus (Eropa). Di dalam dunia pesawat dapat dibagi menjadi tiga bagian:
Part 1: Short Range aircraft (up to 4,000 Km)

Ini adalah pesawat-pesawat yang hanya mampu terbang sejauh max. 4,000 km nonstop. Contohnya CRJ 100 diproduksi oleh Bombardier di Canada yang mempunyai maximum range sejauh 3,710 Km, dengan kecepatan maximum 800 Km/jam. Dengan kata lain pesawat ini hanya mampu terbang selama 4.5 jam nonstop.

Di dalam dunia penerbangan, terbang 4.5 jam nonstop dan menempuh jarak 3,710 Km adalah hal yang kecil. Dengan kata lain pesawat ini tidak bisa terbang dari Jakarta (CGK) – Taipei (TPE) yang berjarak 3,774 Km. Di benua Amerika, pesawat ini tidak bisa terbang dari New York Kennedy (JFK) – Los Angeles (LAX) yang berjarak 3,960 Km.

Selain Bombardier CRJ100, pesawat-pesawat yang termasuk di dalam jenis ini adalah Fokker 28 (max. range = 1,900 Km), DC-9 (max. range = 3,430 Km), Tupolev Tu-134 (max range = 3,000 Km) dan masih banyak lagi. Garuda dulu punya banyak Fokker 28 dan DC-9, tetapi sekarang pesawat-pesawat tersebut sudah diganti semua dengan Boeing 737. Boeing masih memproduksi pesawat dalam category ini yaitu; Boeing 717-200 dengan maximum range hanya 2,645 Km. Bagi anda yang tinggal di AS, anda tentu tahu dengan Air Trans Airways bukan? Nah, Air Trans adalah maskapai penerbangan yang paling banyak mengoperasikan B717-200, mereka punya 88 buah.

Baru-baru ini Air Trans baru saja membuat keputusan yang sangat controversial. Mulai tahun depan, penumpang gendut yang tidak cukup duduk di satu kursi HARUS membeli 2 kursi kalau mau terbang dengan Air Trans! Asal anda tahu saja, orang Amerika itu sekarang banyak sekali yang super gendut! Saya sih SETUJU 100% dengan keputusan Air Trans ini!

Saya sering terbang domestic di Amerika sini, business trip dan PALING SEBEL kalau duduk di sebelah orang gendut. Kalau hanya terbang jarak dekat seperti Washington Dulles (IAD) – Philadelphia (PHL) yang hanya berjarak 216 Km itu no problem, tapi kalau terbang jarak jauh from coast to coast seperti dari Washington Dulles (IAD) – Los Angeles (LAX) yang berjarak 3,661 Km bisa ENEG juga duh duduk di gencet orang gendut!!



airtrans

Part 2: Medium Range aircraft (between 4,000 Km and 10,400 Km)
Yang termasuk category ini adalah pesawat yang mempunyai daya tempuh antara 4,000 Km sampai 10,400 Km. Yang paling terkenal di dalam category ini adalah Airbus A320 family dan Boeing B737 family. Sama seperti mobil, misal saya bilang Honda Accord family, anda semua yang punya Honda atau suka dengan Honda tentu paham kalau Honda Accord ada yang dua doors atau 4 doors, coupe atau sedan, ada yang DX, LX, EX ada yang 4 cylinder atau 6 cylinder.

Airbus A320 Family
Begitu juga dengan pesawat, yang termasuk Airbus A320 family adalah: A318, A319, A320 dan A321. Dari ke empat variasi pesawat ini sampai August 2011, Airbus sudah memproduksi sebanyak 4,790 buah. Tentu saja setiap variasi dari Airbus A320 family mempunyai spesifikasi yang berbeda sedikit satu sama lain. Sekali lagi, sama seperti Honda Accord, yang DX tentu mesinnya beda dengan yang EX, akibatnya performance-nya juga beda walaupun keduanya adalah Honda Accord.
Di dalam artikel ini saya TIDAK akan bahas tentang seat capacity, speed, wingspan, dan length dari pada pesawat-pesawat ini. Tetapi karena artikel ini adalah green article, saya hanya akan membahas tentang fuel capacity dan max range.

Airbus A320 Family
  • A318-100 – max range: 5,750 Km & max fuel capacity: 24,210 liters
  • A320-200 – max range: 5,920 Km & max fuel capacity: 24,210 liters
  • A321-200 – max range: 5,600 Km & max fuel capacity: 24,050 liters
Dengan kata lain, pesawat jenis ini mampu untuk dipakai terbang dari pantai Timur AS ke pantai Barat AS nonstop seperti Washington Dulles (IAD) – San Francisco (SFO) yang berjarak 3,870 Km atau Boston (BOS) – Los Angeles (LAX) yang berjarak 4,178 Km. Bahkan pesawat ini mampu dipakai terbang menghubungkan kedua kota besar di AS di ujung barat laut dan di ujung tenggara USA, menghubungkan kota Seattle (SEA) – Miami (MIA) yang berjarak 4,358 Km. Sebagai bahan perbandingan, jarak antara Sabang – Merauke adalah 5,244 Km. Jadi dengan kata lain pesawat jenis ini mampu terbang nonstop dari Sabang sampai Merauke tanpa harus isi bahan bakar.

Boeing 737 Family
Saingannya Airbus A320 family adalah Boeing B737 family. Mungkin ini adalah pesawat penumpang yang paling terkenal di muka bumi ini. Kalau Airbus A320 family sudah diproduksi sebanyak 4,790 sampai August 2011, Boeing B737 family sudah diproduksi sebanyak 6,819 sampai bulan June 2011 ini. Kini, B737 dapat dibagi jadi 2 golongan; classic & next generation:

Boeing 737 classic Series
  • B737-300; 400 & 500 (Standard) – max range: 4,176 Km & max fuel capacity: 20,100 liters
  • B737-300; 400 & 500 (Extended Range) – max range: 4,480 Km & max fuel capacity: 20,100 liters.
Garuda Indonesia 737-500

Garuda memakai B737-500 dengan route Jakarta (CGK) – Bandar Lampung (TKG) yang berjarak hanya 189 Km. Ini adalah route terpendek Garuda Indonesia.
Boeing 737 NG (The Next Generation) Series

 pesawat boeing, perbedaan airbus boeing
Sekitar awal tahun 1990an Boeing sadar kalau Airbus A320 adalah saingan yang serius, maka Boeing mengeluarkan seri baru yang disebut dengan “the Next Generation” (NG), yang termasuk NG adalah:
  • B737-600; 700; 800 & 900 (Standard) – max range: 5,616 Km & max fuel capacity: 26,020 liters
  • B737-600; 700; 800 & 900 (Extended Range) – max range: 10,144 Km & max fuel capacity: 26,020 liters.
Southwest Airlines di USA banyak sekali memakai B737-700. Sedangkan Garuda memakai B737-800 melayani route Jakarta (CGK) – Yogyakarta (JOG) yang berjarak 453 Km dan juga route Denpasar (DPS) – Perth (PER) yang berjarak 2,554 Km.

Mulai seri 800 keatas, anda mudah mengenalinya dari pada seri-seri sebelumnya, karena mulai seri ini sayap ujungnya melengkung. Ini ada fotonya B737-800 di JOG Airport.

A320 vs B737 – Which one is more fuel efficient?

Coba bandingkan dengan bahan bakar sebanyak 20,100 liters seri classic hanya mampu terbang sejauh 4,176 Km, tetapi dengan bahan bakar 26,020 liter (beda sekitar 6 ribu liter), seri NG (Next Generation) dapat terbang sejauh 10,144 Km (hampir 3 kali maximum range seri classic). Jadi Boeing mampu merubah pesawat mereka jauh lebih efficient dan lebih “hijau” karena mereka memakai lebih sedikit bahan bakar untuk bisa terbang lebih jauh.

Sekarang mari bandingkan A320 vs B737; pada mulanya B737 classic kalah dengan A320 family karena Airbus mampu menempuh jarak maximum 5,920 Km dengan memakai bahan bakar sebanyak 24,210 liters. Sedangkan Boeing 737 classic hanya mampu terbang maximum sejauh 5,616 Km dan memakai bahan bakar sebanyak 20,100 liters. Akibatnya, pasar Boeing B737 terancam oleh Airbus A320.

Tetapi dengan lahirnya Boeing 737 – the Next Generation, Boeing mampu mengambil pasarnya kembali. Pesawat ini mampu terbang sejauh 10,144 Km, hampir 3 kali max. range seri classic tapi bahan akar hanya lebih 13%. Sekali lagi, mana yang lebih fuel efficient (read: “HIJAU”); Boeing or Airbus? Tentu saja Boeing!

Garuda Go Green!

Lalu apa hubungannya dengan Indonesia Green Award 2011? Garuda hanya punya satu pesawat A320-200 (operated by citilink) tapi Garuda punya 79 pesawat B737 dengan perincian sebagai berikut:
  • B737-300: 10
  • B737-400: 10
  • B737-500: 5
  • B737-800: 54
Dengan mengoperasikan B737, apalagi sebagian besar adalah B737-800, (yang merupakan tulang punggung Garuda). Garuda membuktikan kepada dunia international kalau Garuda lebih memilih pesawat yang fuel-efficient (go green).

Saya kurang tahu yang dipakai Garuda route Yogyakarta (JOG) – Jakarta (CGK) itu B737-800 standard atau Extended Range, kalau ER itu pesawat waktu take-off dari Yogya (JOG) bisa terbang jauh sampai ke Istanbul (IST) yang berjarak 9,820 Km.

  • B757-200 – max range: 7,222 Km & max fuel capacity: 43,490 liters
  • B757-300 – max range: 6,287 Km & max fuel capacity: 43,400 liters
  • B767-200 & 300 – max range: 7,300 Km & max fuel capacity: 63,000 liters
  • B767-300F – max range: 6,025 Km & max fuel capacity: 91,000 liters
  • B777-200 – max range: 9,700 Km & max fuel capacity: 117,348 liters
  • A330-200F – max range 7,400 Km; 97,530 liters
B767-300F dulu banyak digunakan pada route transcontinental (USA East Coast – West Coast). Tetapi type ini sekarang jarang dipakai lagi, karena tidak fuel efficient. Dengan 91 ribu liter, pesawat B767 yang Extended Range (ER) bisa terbang transpacific (Baca Long Range Aircraft)

B777-200 adalah first generation dari Boeing 777. Boeing 777 lainnya termasuk long-range aircraft (Baca Part 3: Long Range Aircraft) Seri ini (B777-200) tidak laku karena bensin boros dan daya jelajah tidak begitu jauh. Tetapi Boeing lalu berusaha memperbaiki seri ini. Bisa anda baca di Long Range Aircraft category, Boeing 777 atau lebih dikenal dengan “Triple Sevens” menjadi salah satu pesawat yang paling sukses dari Boeing.

  • Pesawat-pesawat di kelas ini sering digunakan untuk route transatlantic (USA – Europe). Sebagai bahan perbandingan ini adalah jarak antara kota-kota di Pantai Timur USA dan kota-kota di Eropa Barat:
  • New York Kennedy (JFK) – Frankfurt (FRA): 6,168 Km
  • Washington Dulles (IAD) – Amsterdam Schipol (AMS): 6,187 Km
  • Boston (BOS) – London Heathrow (LHR): 5,224 Km
  • New York Kennedy (JFK) – Paris (CDG): 5,816 Km
  • Washington Dulles (IAD) – Brussels (BRU): 6,228 Km
  • Newark Liberty (EWR) – Munich (MUC): 6,484 Km
  • Philadelphia (PHL) – Zurich Kloten (ZRH): 6,440 Km
  • Baltimore (BWI) – London Heathrow (LHR): 5,815 Km
Sekali lagi, dikelas ini Boeing lebih fuel efficient dibanding dengan Airbus. A330-200F memerlukan bensin sebanyak 97 ribu liter untuk terbang sejauh 7,400 Km, sedangkan di kelas yang sama Boeing B767-200 & B767-300 hanya perlu bensin 63 ribu liter untuk terbang sejauh 7,300 Km.

Part 3: Long Range aircraft (beyond 10,400 Km):

Di kelas ini Boeing dan Airbus terus bersaing ketat. Ini adalah pesawat-pesawat yang mampu terbang jauh (long haul flights) antar benua. Di dalam category ini pesawat mampu terbang minimum sejauh 10,400 Km.
Anda mau tahu berapa jauh 10,400 Km itu? Sebagai bahan perbandingan jarak antara Singapore (SIN) – Frankfurt (FRA) adalah 10,255 Km

Boeing 767 Extended Range family:

  • B767-200 ER – max range: 11,825 Km & max fuel capacity: 91,000 liters
  • B767-300 ER – max range: 11,825 Km & max fuel capacity: 91,000 liters
  • B767-400 ER – max range: 10,415 Km & max fuel capacity:91,000 liters

Airbus A330 family:

  • A330-200 – max range: 13,430 Km & max fuel capacity: 139,090 liters
  • A330-300 – max range: 10,830 Km & max fuel capacity: 97,530 liters

Pesawat-pesawat di kelas ini sering digunakan pada route transpacific (USA – Far East; Tokyo, Seoul, Hong Kong). Sebagai perbandingan jarak antara San Francisco (SFO) – Hong Kong (HKG) adalah 11,083 Km.

Garuda memakai Airbus A330-200 untuk melayani route Jakarta (CGK) – Dubai (DXB) – Amsterdam Schipol. Kalau route Jakarta (CGK) – Bandar Lampung (TKG) yang berjarak hanya 189 Km adalah route terpendek Garuda Indonesia, route Jakarta (CKG) – Dubai (DXB) – Amsterdam Schipol (AMS) yang berjarak 11,650 Km adalah route Garuda yang terpanjang. Karena jarak yang ditempuh adalah 11,650 Km dan Garuda hanya punya A330-300 dengan max range: 10,830 Km, maka penerbangan Jakarta (CGK) – Amsterdam (AMS) harus transit di Dubai (DXB) untuk isi bensin.

Airbus A340 family:
  • A340-200 – max range: 15,000 Km & max fuel capacity: 155,040 liters
  • A340-300 – max range: 13,700 Km & max fuel capacity: 147,850 liters
  • A340-500 – max range: 17,000 Km & max fuel capacity: 220,000 liters
  • A340-600 – max range: 14,600 Km & max fuel capacity: 204,500 liters
Di dalam kelas inilah terdapat world’s longest-range commercial aircraft! Status ini dipegang oleh Airbus A340-500 dengan max range 17 ribu Km. Pesawat ini mulai beroperasi December 2002. Ini ada quote mengenai pesawat ini:

“Due to its range, the -500 is capable of travelling non-stop from London to Perth, Western Australia, though a return flight requires a fuel stop due to headwinds. Singapore Airlines is currently using this model for its Newark–Singapore nonstop route, SQ 21: an 18-hour, 50-minute "westbound" (really northbound to 70 nautical miles (129.6 km) abeam the North Pole; then south from there across Russia, Mongolia and People's Republic of China), 18-hour, 30-minute eastbound,15,344 km journey that remains the longest scheduled non-stop commercial flight in the world.”

YES! Pesawat type inilah yang dipakai oleh SQ melayani route nonstop Singapore (SIN) – Newark (EWR) yang berjarak 15,344 Km. Ini adalah penerbangan nonstop terpanjang di dunia!!

pesawat airbus

Newark adalah kota terbesar di negara bagian New Jersey yang terletak diseberang Hudson River berseberangan dengan New York City. Ini adalah kota terbesar di USA yang dilayani oleh tiga airports; New York Kennedy (JFK); La Guardia (LGA) dan Newark Liberty (EWR). SQ tebang ke JFK & EWR.

Boeing 777 family (Also known as “Triple Sevens”):
  • B777-200ER – max range: 14,310 Km & max fuel capacity: 171,176 liters
  • B777-200LR – max range: 17,310 Km & max fuel capacity:181,283 liters
  • B777-300 – max range: 11,120 Km & max fuel capacity:171,176 liters
  • B777-300ER – max range: 14,690 Km & max fuel capacity:181,283 liters

Airbus memang boleh bangga dengan A340-500 yang beroperasi sejak December 2002 dan mempunyai max range sejauh 17,000 Km dan dipakai oleh Singapore Airlines untuk melayani route penerbangan nonstop terpanjang di dunia, Singapore (SIN) – Newark Liberty (EWR) sejauh 15,344 Km.

Boeing 777-200 Long Range (LR) adalah jawaban Boeing terhadap Airbus. B777-200 LR mulai beroperasi sejak February 2006 dan mampu menempuh jarak sejauh 17,310 Km. Walaupun hanya 310 Km lebih jauh dari pada A340-500, tapi coba anda perhatikan bensin yang diperlukan untuk menempuh jarak ini.

pesawat a 350

Kalau A340-500 dapat terbang sejauh 17,000 Km dan perlu bensin 220,000 liters, B737-200LR dapat terbang sejauh 17,310 Km dan hanya perlu bensin 181,283 liters. A340-500 mempunyai empat mesin (2 disetiap sayap) sedangkan B777-200LR hanya punya 2 mesin (satu di setiap sayap). Ini ada foto kedua pesawat tersebut.

Makanya B777-200LR jauh lebih hemat bensin dari pada saingannya A340-500. Sekali lagi Airbus kalah didalam fuel efficiency, Boeing sekali lagi lebih fuel efficiency dan lebih environmental friendly. Dengan kata lain Boeing lebih “Hijau”.

Berapa jauh 17,310 Km? Sebagai bahan perbandingan jarak antara Jakarta (CGK) – Washington Dulles (IAD) adalah 16,252 Km. Sedangkan jarak antara London Heathrow (LHR) – Sydney (SYD) adalah 16,917 Km. Dengan kata lain, kedua pesawat ini mampu terbang kemana saja dimuka bumi, bahkan dibelahan bumi yang lain; half way around the world; nonstop tanpa harus isi bensin. Mari kita lihat dengan lebih dekat persaingan ketat antara kedua pesawat bergengsi ini!


Airbus A380 family:
  • A380-800 – max range: 15,400 Km & max fuel capacity:323,546 liters
  • A380-800F – max range: 10,400 Km & max fuel capacity:323,546 liters
Setelah Boeing B747 mendominasi dunia penerbangan selama 40 tahun pesawat yang mampu angkut sekitar 400 sampai 500 penumpang. Airbus akhirnya membalas Boeing 747 dengan pesawat barunya yang bernama A380 yang mampu angkut penumpang sebanyak 500 sampai 800 penumpang. Kalau B747 hanya 2 lantai di bagian depannya, A380 adalah dua lantai diseluruh pesawat!!

A380 pertama beroperasi oleh Singapore Airlines 27 April 2005. Kalau anda duduk di first class di A380, anda tidak akan duduk di kursi, tapi anda akan dapat suite seperti kamar hotel kecil yang sangat mewah.

haluan dalam b747, boeing

Boeing tidak mau kalah dan menciptakan seri baru untuk bersaing dengan A380, namanya B747-8 yang sampai saat ini belum dipasarkan dan masih dalam uji coba (test flight).

Kalau A380 mampu terbang sejauh 15,400 Km dan perlu bensin 323 ribu liter dan mampu angkut penumpang antara 525 dan 853 orang. B747-8 mampu terbang sejauh 14,815 Km dan hanya perlu bensin 243 ribu liters dan hanya mampu angkut 467 penumpang. Mana yang lebih efficient? Wah susah nih, kalau dihitung dengan bensin jelas Boeing yang menang soalnya lebih irit. Tapi kalau dihitung oleh jumlah penumpang, A380 menang karena mampu lebih banyak angkut penumpang!

Boeing 787 family (Also known as “the Dreamliner”):
  • B787-8 – max range: 15,200 Km & max fuel capacity:126,920 liters
  • B787-9 – max range: 15,700 Km & max fuel capacity:138,700 liters

Ini adalah produk Boeing yang paling baru, All Nippon Airlines (ANA) adalah maskapai penerbangan pertama di dunia yang pakai pesawat ini tanggal 26 October 2011.


b 740, boeing jumbo, jet besar, jumbo jets

Lain dengan Boeing B747 (Jumbo Jets) yang mampu angkut 400 sampai 500 penumpang atau Airbus A380 yang mampu angkut sampai 800 penumpang, pesawat ini hanya mampu angkut sekitar 250 penumpang saja. B787 bahkan daya angkutnya lebih kecil dari pada B777 yang mampu angkut sekitar 300 sampai 500 penumpang.

Lalu apa istimewanya? Coba lihat fuel efficiency dari pesawat yang satu ini dan marilah kita bandingkan dengan long range aircraft lainnya:
  • A340-200 – max range: 15,000 Km & max fuel capacity:155,040 liters
  • A340-500 – max range: 17,000 Km & max fuel capacity: 220,000 liters
  • B777-200ER – max range: 14,310 Km & max fuel capacity:171,176 liters
  • B777-200LR – max range: 17,310 Km & max fuel capacity:181,283 liters
  • B777-300 – max range: 11,120 Km & max fuel capacity: 171,176 liters
  • B777-300ER – max range: 14,690 Km & max fuel capacity: 181,283 liters
  • B747-200B – max range: 12,700 Km & max fuel capacity: 199,158 liters
  • B747-300 – max range: 12,400 Km & max fuel capacity: 199,158 liters
  • B747-400 – max range: 13,450 Km & max fuel capacity: 216,840 liters
  • B747-400ER – max range: 14,205 Km & max fuel capacity: 241,140 liters
  • B747-8 – max range: 14,815 Km & max fuel capacity: 243,120 liters
  • A380-800 – max range: 15,400 Km & max fuel capacity: 323,546 liters
Sekali lagi, B787-8 mampu terbang sejauh 15,200 Km dan hanya perlu bensin 126,920 liters. Dengan kata lain B787 lebih fuel efficient sejauh 20% lebih hemat dari pesawat-pesawat lainnya. Di dalam ekonomi seperti ini dimana harga minyak mahal sekali. B787 adalah alternative yang cukup menarik bagi banyak maskapai penerbangan di dunia ini.

Selain itu B787 dibuat memakai “Composite Materials” akibatnya pesawat ini lebih ringan dari pada pesawat-pesawat lainnya. Karena lebih ringan otomatis bensin lebih irit. B787 juga lebih hijau (it produces less pollution).

Speed or fuel efficiency?

Kalau anda perhatikan dunia penerbangan 40 tahun belakangan ini, speed pesawat relative sama, sekitar 860 Km/jam entah itu Boeing seperti; B737, B747, B777, B787 atau Airbus seperti; A320, A330, A340, A380. Bahkan pesawat buatan Canada, Russia, dll punya speed yang relative sama. Hanya Concorde yang punya speed jauh lebih cepat sekitar 2,124 Km/jam. Tapi kita semua tahu sekarang Concorde udah pensiun, kenapa?

Karena operating cost-nya besar sekali. Jadi aircraft industry lebih cenderung memusatkan Research & Development mereka kepada fuel efficiency dari pada speed. Akibatnya speed pesawat tetep relative sama tetapi pesawat lebih fuel efficiency. Dan sekali lagi, Boeing menang dari pada Airbus di dalam fuel efficiency factor.

Sekarang mungkin ada yang tanya, “HL kerja di Boeing kali? Kok promosi Boeing terus sih?” Saya tidak kerja di Boeing, ini adalah FAKTA yang berbicara. Sekarang mungkin juga ada yang tanya, “HL tahu dari mana sih jarak antara dua kota di muka bumi ini? Jangan-jangan hanya asal tulis aje”. Good point. Ini saya ambil dari GCMap. Cukup masukkan airport code saja, misalnya “CGK-NRT” lalu anda akan lihat 3,620 miles tinggal kali 1.6 = 5,792 Km, jadi jarak Jakarta – Tokyo adalah 5,792 Km.

sekian dulu dari admin, terimakasih telah berkunjung

sumber :
detik, dengan banyak pengubahan.

Sunday, June 30, 2013

Kerisauan Negara Tetangga Atas Kecanggihan Alutsista TNI Indonesia

Kecanggihan militer Indonesia. 


Kecanggihan militer Indonesia membuat Negara tetangga merasa risau atas alutsista TNI Indonesia, terutama pada bagian udara. Indonesia mulai muncul diantra Negara-negara yang sedang memperbesar kekuatan militernya saat ini. Kecanggihan militer Indonesia juga terlihat di sektor darat.

Dasar pemikiran strategis dari Pimpinan TNI, khususnya TNI AU serta Kemenhan untuk memodernisasi daya pukul alutsista TNI AU membawa angin segar dalam bidang pertahanan Indonesia. Kebutuhan akan Angkatan Udara yang kuat dan disegani tersebut disetujui oleh Presiden SBY, dan kemudian mendapat apresiasi dan persetujuan DPR. Sebuah kesadaran dan kebersamaan yang cerdas dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara. Upaya untuk mencapai kekuatan pokok minimum, MEF (Minimum Essential Force) pertahanan masih menjadi fokus kebijakan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI ke depan.

Setelah melalui jalan panjang, TNI AU mulai dibenahi oleh pimpinan nasional yang melihat betapa pentingnya peran angkatan udara disebuah negara. Sebagai contoh, Amerika Serikat memainkan USAF sebagai sarana pendikte dan mementahkan kekuatan militer Libya, dalam membantu pemberontakan di Libya terhadap Kolonel Khadafi. Demikian juga operasi clandestine CIA yang menggunakan pesawat tanpa awak untuk mengejar dan membunuh tokoh-tokoh Al-Qaeda dinyatakan sukses dengan kertugian sangat minim.

TNI AU mulai menggunakan keluarga Sukhoi-27 pada tahun 2003 setelah batalnya kontrak pembelian 12 unit Su-30MKI pada 1996. Kontrak tahun 2003 mencakup pembelian 2 unit Sukhoi-27SK dan 2 unit Sukhoi-30MK senilai 192 juta dolar AS tanpa paket senjata. Itulah awal kebangkitan kekuatan udara Indonesia dalam mengimbangi kekuatan udara negara tetangga.

sukhoi-30MK
Su-30MKI           




                                          Sukhoi-30MK                          Sukhoi-30MKI



Disamping itu Indonesia sudah menandatangani kerjasama dengan Korea Selatan, berpartisipasi membangun pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX (Korean-Indonesian Fighter Xperimental), Boramae, yang dalam rencana awalnya TNI AU akan memiliki sebanyak 50 buah pada tahun 2020. Masa depan KFX/IFX Boramae menjadi tidak jelas setelah Pemerintah Korea Selatan menyatakan memotong anggaran proyek tersebut.

Dari sejarah Indonesia menyangkut kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, konflik dan ancaman kedaulatan negara hanya terjadi karena gesekan dengan negara tetangga. AU Indonesia mulai lebih disegani setelah acara MAKS 2007 di Moskow, dimana Departemen Pertahanan mengumumkan kontrak untuk pembelian 3 unit Sukhoi-27SKM dan 3 unit Sukhoi-30MK2 senilai 350 juta dolar AS. Kini TNI AU sudah memiliki 10 Sukhoi dan akan lengkap menjadi satu skadron pada 2014. Disamping pada 2014 mendatang, TNI AU akan memiliki 34 F-16 setara Block 52 ( 24 F-16 C/D asal dari hibah dan 10 upgrade F-16 TNI AU sepaket dengan hibah F-16).

sukhoi tni au, pesawat tempursukhoi akrobat, manuver canggih, tni auSukhoi SKM <kiri>
Sukhoi-30MK2 <kanan>

Kegundahan Australia

Dalam meninjau ancaman, intelijen udara mengukur dari sisi kekuatan, kemampuan dan kerawanan baik unsur penyerang maupun unsur pertahanan musuh ataupun calon musuh. Standar analisa intelijen udara di negara manapun menggunakan standar yang sama, 3K dan 1N(Niat). Sejak operasi Trikora pada 1961, Australia walaupun tidak secara langsung menempatkan Indonesia sebagai ancaman, mengatakan bahwa musuh akan datang dari Utara. Australia menggelar kekuatannya lebih fokus ke Utara, pengamatan wilayah dilakukan dengan over the horizon radar, yang mampu memonitor hingga pulau Jawa dan Kalimantan.

Sejak TNI AU mengikuti latihan bersama Pitch Black 2012, pemerintah Australia, khususnya RAAF merasakan kegundahan dan keterkejutan, dimana Su-30 TNI AU ternyata lebih unggul dibandingkan F-18F Super Hornet hampir disemua lini. Dari hasil latihan tersebut, Australia harus membuat pilihan, memilih rencana pengadaan 100 unit F-35 Lightning dari Amerika (joint strike fighter) atau tetap membeli dua skadron 24 F-18 Super Hornet.

super hornet australia, amerika serikat, f-18 australi
sukhoi, su 30, su 27, tni au








     Super Hornet                       Su-30 milik TNI AU

TheBusiness Spectator menyatakan, “Indonesia merencanakan akan membeli 180 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia/India yaitu PAK-FA T-50i atau Su-35S. Jadi pertanyaannya lebih baik dipilih F-35 daripada Hornet. Apabila Indonesia kemudian dimasa depan ikut memperkuat Angkatan Udaranya dengan Su-35S atau T-50i, maka AU Australia akan menjumpai masalah besar, demikian kesimpulannya.

Siaran pers resmi yang ditulis harian Rossiiskaya Gazeta mengatakan bahwa T-50 akan menggabungkan fungsi dari peran sebagai pesawat serbu dan fungsi sebagai jet tempur. Pesawat ini dilengkapi dengan avionik modern yang mengintegrasikan fungsi elektronik dan array radar. Perlengkapan baru tersebut akan memberikan kesempatan kepada penerbang untuk lebih berkonsentrasi dalam melakukan tugas pertempuran.

Para pengamat militer di Australia menyatakan bahwa dalam memegang slogan RAAF (first look, first shoot, first kill’), para pejabat pertahanan harus berjuang keras mencari jalan keluar dengan tidak mempertahankan Hornet yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Sukhoi oleh Australia dinilai terlalu hebat.

Lebih jauh analis Bisnis Spectator menyatakan, “Sebagai contoh, JSF (Joint Srike Fighter) dapat beroperasi secara efektif hanya untuk ketinggian maksimal sekitar 40.000 kaki (walau masih bisa beroperasi lebih tinggi tetapi kalah di tingkat yang lebih tinggi). Sebaliknya, Sukhoi dapat beroperasi pada kapasitas penuh di tingkat yang jauh lebih tinggi dan dengan kelebihan dan keuntungan, mereka memiliki sistem dan senjata yang bisa meruntuhkan sebuah JSF Australia sebelum mereka memiliki kesempatan menerapkan slogannya.” Ditegaskan oleh BS bahwa tidak ada pertempuran udara yang diperlukan. Pesawat Australia sudah runtuh sebelum bertempur, karena disergap jauh sebelum dia menyadarinya.

Jalan keluar yang disarankan adalah apabila Australia (RAAF) memiliki F-22 Raptor atau teknologi Raptor yang diterapkan pada pesawat tempur pilihan yang dipilih. Yang menjadi masalah, Amerika tidak mengijinkan F-22 dijual kepada negara lain selain untuk kepentingan pertahanan dalam negerinya.

Yang menarik, New Australia merekomendasikan Australia justru memilih Sukhoi seperti yang dilakukan India, mendapatkan lisensi dengan ijin membangun Sukhoi Australia, baik Sukhoi Flanker Su-35S atau pesawat Su-32 Fullback. Preferensi saat ini adalah Su-35S. Saat ini Sukhoi memberikan lisensi pembuatan pesawat tempur di India dan China. Australia bisa membeli utuh pesawat Sukhoi dan membangun avioniknya, dan persenjataan lokal. Kini banyak perusahaan di Rusia, Asia, Israel dan Eropa terlibat dalam pembuatan komponen Sukhoi. Sukhoi adalah ‘open source’, demikian menurut New Asia.

Dalam pemikiran strategis, Australia selain memandang Indonesia sebagai ancaman, juga menempatkan India sebagai ancaman. Selain itu perkembangan situasi Hankam di kawasan Laut Pasifik Selatan, menjadi perhatian Australia dengan kerjasamanya bersama Amerika. Pada pemerintahan Kevin Ruud Australia berposisi anti India, pada posisi ini menempatkan Australia terpaksa membeli F-35. Dalam pemerintahan Julian Gillard, Australia akan mendekati India dan menjadi sekutunya, berpeluang bisa mendapatkan peluang memiliki T-50. Australia menurut RBTH lebih baik memiliki Super Flankers yang murah (USD 66 juta/buah) dibandingkan harga F-35 (USD 238 juta).

Sukhoi dinilai jauh lebih unggul dibandingkan JSF. Su-35 memiliki jangkauan efektif sekitar 4.000 km dibandingkan dengan hanya 2.200 km untuk F-35. . Ini berarti JSF membutuhkan dukungan pesawat tanker untuk menutup ruang (wilayah Australia) yang lebarnya 4.000km. Selain itu, kecepatan Su-35 adalah Mach 2,4 (hampir dua setengah kali kecepatan suara), sedangkan F-35 terbatas pada Mach 1.6. Menurut Victor M. Chepkin, pertama wakil direktur umum NPO Saturn, mesin AL-41f baru akan memungkinkan jet Rusia untuk supercruise (terbang pada kecepatan supersonik untuk jarak jauh.) Dengan tidak harus beralih ke afterburner. Dengan demikian, pesawat dapat mengirit bahan bakarnya. Kesimpulannya baik F-35 maupun F-18 performance-nya berada dibawah Su-35.

Kini Australia menghadapi dilema kegundahan. RAAF terus mengikuti perkembangan modernisasi TNI AU. Dengan memiliki keluarga Flankers, maka Indonesia pada masa mendatang bukan tidak mungkin akan bisa memiliki pesawat tempur Su-35, dan bahkan pesawat tempur T-50 generasi kelima. T-50 PAK FA jet tempur (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation) kini sedang mengalami uji engine di Zhukovsky Airfield, Moscow. Menurut Viktor Bondarev, Commander in Chief Russian Air Force, tes T-50 akan memakan waktu sekitar 2-2,5 tahun, sehingga pada tahun 2015-2016, T-50 akan sudah dapat di kirim ke AU Rusia.

Berdasarkan beberapa fakta tersebut, nampaknya Australia kini berada dalam kondisi mengalami kegundahan seperti tahun 1961, dimana Tu-16 AURI mampu mencapai daratannya tanpa terdeteksi dan tidak dapat diantisipasi. Dengan memiliki gabungan alutsista tempur udara Timur dan Barat, Indonesia kini menjadi negara yang disegani negara-negara tetangganya.

Australia menjadi lebih gundah setelah mengetahui Indonesia tertarik untuk mendirikan sebuah pusat perawatan bersama untuk pesawat fixed dan rotary wing Rusia. Victor Komardin, wakil kepala Rosoboronexport, eksportir peralatan perang Rusia, telah mengumumkan hal tersebut di Air show LIMA 2013 di Malaysia.

Disimpulkan, dengan sudah mengawali kepemilikan keluarga Flankers (Su 27/30), Indonesia (TNI AU) menjadi negara yang sangat diperhitungkan oleh Australia dan pasti juga oleh tetangga lainnya. Alih teknologi ke pesawat yang lebih canggih hanyalah soal waktu yang tidak terlalu rumit dilakukan TNI AU apabila ada pengembangan kekuatan. Australia sangat khawatir Indonesia berpeluang memiliki Su-35 dan bukan tidak mungkin dengan ekonominya yang semakin baik, suatu saat Indonesia akan memiliki pesawat tempur T-50.

Memang sebaiknya intelijen udara berfikir jauh dan strategis, memperkirakan perkembangan situasi global dan regional dan memberikan masukan kepada pimpinan yang up to date. Yang terutama harus kita fahami adalah betapa pentingnya kemampuan TNI AU dengan daya ”kepruknya.” Itulah prinsip dasarnya agar kita diperhitungkan. Semoga bermanfaat...

sumber : kompasiana dengan banyak pengubahan

 
Design by Dek Aswin | Bloggerized by Aswin Bahar Setiawan - Dek Aswin | The Site Of Aswin Bahar Setiawan