Aneka Ilmu
Showing posts with label karya anak bangsa. Show all posts
Showing posts with label karya anak bangsa. Show all posts

Sunday, November 9, 2014

Macam Macam Varian Panser Anoa Buatan Pindad

Kali ini admin ingin menyuguhkan kepada para pembaca tentang kehebatan PT PINDAD dalam memproduksi rantis anoa. PT PINDAD telah banyak mengeluarkan versi yang berbeda, berikut admin sajikan hanya untuk agan :-)

selamat membaca !!!

1. ANOA VERSI APC (angkut personel)

Anoa Versi APC

2. ANOA VERSI RESCUE

Anoa Versi Rescue

3. ANOA VERSI CANNON

Anoa Versi Cannon

4. ANOA VERSI MORTIR

Anoa Versi Mortir

Anoa Versi Mortir

Anoa Versi Mortir

5. ANOA VERSI ARV

Anoa Versi ARV

Anoa Versi ARC

Friday, November 7, 2014

Roket Buatan Anak Bangsa

LAPAN-TNI AD kembangkan roket

Penanda tanganan TNI AD dan LAPAN

<penanda tanganan antara KASAD dan LAPAN>

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman bersama Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bambang Tejasukmana menjawab pertanyaan wartawan usai penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama antara TNI Angkatan Darat dan LAPAN di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, pada hari selasa lalu tanggal 21 januari 2014

Setelah ditanda tangannya nota kesepahaman antara Bambang Tedjakusuma, dan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman, di mabes TNI, kini lapan berkemauan keraas untuk menciptakan sebuah roket yang memiliki jarak jauh. roket ini akan dinamai dengan RX-550

<Roket RX-550 (rencana)>

"Beberapa kemampuan LAPAN nanti akan kami manfaatkan untuk kepentingan TNI AD," kata KSAD Budiman kala itu. Di antara kerja sama itu, pengembangan peluru kendali dan teknologi penginderaan jarak jauh, yang akan dimanfaatkan juga oleh Dinas Topografi TNI AD akan segera di usahakan. 

Sejak lama LAPAN telah mempelajari teknologi penerbangan roket, sains antariksa, sains atmosfir, dan teknologi UAV, yang memerlukan penguasaan penginderaan jarak jauh, kendali, dan aerodinamika, gunanya untuk mengkaji proyek pembuatan roket jarak jauh ini .

 

<UAV buatan LAPAN>

TNI rela membagi sekitar Rp.350 M untuk LAPAN demi terwujutnya roket yang amat dinanti ini. Roket ini merupakan hasil kaji anak bangsa, yang dapat dibanggakan, sekaligus membuktikan pada dunia, bahwa negara Indonesia bukan negara lemah.


Dia menjelaskan teknologi penginderaan jarak jauh yang dimiliki LAPAN dapat membantu TNI dalam kepentingan survei dan mapping, intelijen geospacial dan monitoring pengamanan wilayah perbatasan yangkerap kali dilanggar oleh negara tetangga. TNI AD telah mewacanakan mengerahkan UAV untuk mengawasi garis perbatasan negara.

Untuk teknologi roket, sebetulnya Indonesia negara pertama di belahan selatan Bumi alias negara dunia ketiga yang mampu menguasai teknologi ini. Namun capaian sejak dasawarsa '60-an itu tidak dipedulikan secara serius oleh rezim pemerintahan Orde Baru pada masa soeharto, sehingga Indonesia kini bukan negara pemimpin teknologi ini.

Tejasukma mengatakan, kerja sama dengan TNI AD akan fokus pada pengembangan metoda dan membuat prototipe, yang nanti diproduksi perusahaan di sektor industri pertahanan dalam negeri.

Wednesday, November 5, 2014

Indonesia Akan Buat Kapal Induk Helikopter

Tantangan selanjutnya bagi PT PAL, yang bermarkas di Surabaya adalah menciptakan dan membangun fasilitas kapal induk helikopter untuk jajaran TNI AL. Kapal induk ini rencananya dapat dimuat sekitar 8-14 helikopter, dengan kapasitas tambahan 8 helikopter yang berada di tempat parkir bagian atas dek kapal.

Kapal Induk TNI AL

Kapal induk versi Indonesia ini, merupakan pengembangan dari kapal tipe Double Skin Bulk Carrier, Star-50 dengan berat 50.000 ton bobot mati (DWT). "Star 50 dirancang untuk kapal induk. Kita siapkan rancangan. Dirancang untuk 8 helikopter. Belum termasuk yang disimpan di hanggar," ucap Petugas Penjaga Stand PAL Utario EP kepada detikFinance di acara Kongres Diaspora, JCC Senayan Jakarta, Selasa (20/8/2013). kapal ini akan disiapkan untuk pesanan TNI AL kelak.

Kapal ini nantinya diproduksi berdasarkan permintaan pemerintah Indonesia. Induk dari kapal ini yakni varian STAR 50 merupakan kapal angkut curah yang hanya dijual untuk pasar internasional. Kapal Induk yang nantinya dibuat dan dirancang di Surabaya, Jawa Timur, namun tidak dikonsep untuk didarati jet tempur."Kalau jet tempur kapalnya susah manuver di Indonesia karena laut kita nggak dalam," jelasnya.

Kapal induk bermuatan jet tempur memiliki berat yang tinggi, dan daya tekan air yang besaar, tidak dapat di torehkan di lautan indonesia karena banyak yang dangkal.

Kapal Induk buatan Indonesia ini nantinya akan menjadi kapal angkut helikopter atau helicopter carrier. Untuk versi pendahalunya STAR-50 telah diproduksi sejak tahun 2005 untuk angkutan curah.

kapal star 50

 
Design by Dek Aswin | Bloggerized by Aswin Bahar Setiawan - Dek Aswin | The Site Of Aswin Bahar Setiawan