Aneka Ilmu

Sunday, January 19, 2014

Pesawat Tempur T-50i Perkuat TNI AU

Dua Pesawat Tempur T-50i Perkuat TNI AU

Dua dari 16 unit pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle pesanan TNI AU tiba dari Korea Selatan di Lanud Iswahjudi Rabu, 11 September 2013.

T-50i Golden Eagle tiba di Lanud Iswahjudi
Pesawat T-50i Golden Eagle disambut semprotan air setibanya di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jatim, Rabu (11/9).
(Foto:ANTARA/Siswowidodo/zn via Metrotvnews)

Pesawat buatan Korea Aerospace Ind. Ltd (KAI) tersebut diterima langsung oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriyatna di Lanud Iswahjudi Madiun yang didampingi oleh pejabat Kemenhan, wakil Vice president KAI, Komandan Lanud Iswahjudi beserta Staf.

Dua T-50i yang diterbangkan secara ferry menempuh perjalanan dari Bandara Sacheon Korea Selatan, Taiwan, Philipina, masuk ke Indonesia melalui Bandara Sepinggan Balikpapan lalu selanjutnya menuju Lanud Iswahjudi Madiun. Pesawat dengan nomor seri TT-5003 diterbangkan oleh Mr. Khang,Cheol (front) dan Mr. Kwon Huiman (rear) serta TT 5004 dipiloti oleh Mr. Lee, Dongkyu (front) dan Mr. Shin, Donghak (rear).
2 T 50i milik TNI AU
gambar : 2 pesawat T-50i TNI AU
Hiruk pikuk kedatangan pesawat T-50i ini memang sudah terlihat sejak seminggu terakhir, dengan tibanya 29 kontainer yang berisi suku cadang dan alat pendukungnya ke Lanud Iswahjudi.

kontainer suku cadang T 50i  gambar : pembongkaran suku cadang T-50i

Dengan datangnya dua pesawat latih tempur T-50i ini, maka kekuatan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi meningkat. Selanjutnya pesawat ini akan menggantikan pesawat Hawk MK-53 buatan British Aerospace, yang telah bertugas sejak tahun '80-an. Hingga saat ini hanya dua unit MK-53 yang masih dioperasikan karena dinilai masih layak.

hawk 23
gambar : Hawk MK-23

Tiba setiap dua minggu sekali


Rencananya TNI AU akan memiliki 1 (satu) skadron pesawat buatan Korea ini, yang akan datang secara bertahap hingga Desember tahun ini.
Menurut Marsda Agus Supriyatna, 14 pesawat lain akan tiba secara berkala dalam dua pekan sekali. Pihaknya berharap hingga akhir 2013 nanti semua pesawat T-50i Golden Eagle sudah masuk di Skadron 15 Lanud Iswahjudi.
Ia menjelaskan, T-50i Golden Eagle telah dilengkapi dengan persenjataan yang dapat digunakan dalam berbagai misi. Di antaranya AIM-9 Sidewinder, bom MK-82, BDU-33, AGM-65 Maverick, MK-20 Cluster Bomb Unit, dan bom pintar JDAM.


ORD_AIM-9X_lg 
gambar : peluru kendali AIM-9

"Meski digunakan untuk latihan, ini juga bisa berfungsi sebagai pesawat tempur. Kami istilahkan pesawat T-50i Golden Eagle ini adalah adiknya pesawat F-16," terang Agus Supriyatna.



Mirip dengan F-16
Sepintas T-50i mirip dengan F-16 Fighting Falcon. Mungkin karena ada "campur tangan" Lockheed Martin AS dalam desainnya dulu. Namun tentu saja ini dua jenis pesawat yang berbeda. Dan memang awalnya pesawat ini dirancang sebagai pesawat latih untuk pilot-pilot pesawat tempur KF-16 Korea Selatan. Yang mana KF-16 sendiri adalah versi Koreanya dari F-16.
T-50i Golden Eagle tiba di Lanud Iswahjudi
Pesawat T-50i Golden Eagle disambut semprotan air setibanya di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jatim, Rabu (11/9).
(Foto:ANTARA/Siswowidodo/zn Via Metrotvnews)

Indonesia sendiri adalah pelanggan internasional pertama untuk pesawat ini. Kemenhan lebih memilih pesawat buatan Korea Selatan ini ketimbang pesawat-pesawat latih tempur lainnya seperti Yak-130 Mitten Rusia atau Aermacchi M-346 Italia.

images (4)
gambar : Aermacchi M-346 Italia

T-50i akan menjadi "jembatan" antara tempur taktis, latih jet tempur, dan patroli terbatas, serang udara-darat dan udara-udara, menuju tempur strategis-taktis Sukhoi Su-27 Flanker series. Sesuai dengan azazinya sebagai tempur taktis, karena itulah kedua T-50i Golden Eagle Indonesia ini diberi kodifikasi TT di vertical stabilizer-nya (sayap tegak). Dua angka pertama setelah huruf TT menunjukkan tipenya (T-50i), dan dua angka berikutnya adalah nomor urutnya.

T50i 
Yang menarik, sebelum menyentuh landasan pacu pangkalan penempur TNI AU itu, kedua Elang Emas itu dikawal di udara oleh pesawat-pesawat tempur yang akan dia gantikan, yaitu dua Hawk Mk-53 Skuadron Udara 15, membentuk Hawk flight.

Karakteristik Umum

Kru : 2 orang
Panjang : 13,14 m
Rentang sayap : 9,45 m
Tinggi : 4,94 m
Berat kosong : 6.470 kg
Berat maksimum take off : 12.300 kg
Mesin : General Electric F404 afterburning turbofan

Performa

Kecepatan maksimum : 1.770 km/jam (mach 1,5)
Jangkauan : 1.851 km
Batas ketinggian : 14.630
Daya tanjak : 11.887 m/menit
Rasio dorong/berat : 0,96
G Limit maksimal : -3 g / +8

Persenjataan

Senjata :
1 kanon 20 mm (0.787) General Dynamics A-50 3-barrel rotary
atau 1xM61A1 Vulcan 20 mm

Hardpoint : 7

Roket
- Hydra 70
- LOGIR


Rudal
Udara ke udara:
    - AIM-9 Sidewinder
    - AIM-120 AMRAAM
Udara ke darat:
    - AGM-65 Maverick

Bom
- Mk 82
- Mk 83
- CBU-97/105 Sensor Fuzed Weapon
- Spice-equipped bombs
- JDAM-equipped bombs
- WCMD

Avionik
- AN/APG-67 (T-50)
- EL/M-2032 (TA-50 and FA-50)
- Lockheed Martin Advanced Avionics


T-50i baru TNI
T50_3
T-50i Indonesia
pesawat latih T-50 TNI AU
jet fighter T-50i

Thursday, January 16, 2014

CN 235 buatan PT DI Dinobatkan Sebagai Pesawat Terbaik


gambar : CN-235 sedang di pamerkan di integrated expo di Bangladesh

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan.
Desain & Pengembangan



CN-235 diluncurkan sebagai kerja sama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerja sama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.


gambar : CN-235 sedang patroli perairan

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purwarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988. Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, yaitu C-295
Versi Militernya Digunakan di Banyak Negara
Ternyata, versi militer CN 235 banyak diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu:

* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)




Disegani


Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.



Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak dan hanya jadi mainannya BJ Habibie lalu mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati.

Wednesday, January 15, 2014

Alih Teknologi Indonesia Dan Cina


Beijing -  Suasana Selasa pagi itu agak tegang. Delegasi Indonesia dan China, masih belum sepakat tentang beberapa poin dalam kerja sama industri pertahanan.

mendag-roroti-perbedaan-neraca-perdagangan-indonesia-china

Padahal, agenda pagi itu adalah penandatanganan kesepakatan kedua pihak untuk memantapkan kerja sama industri pertahanan kedua negara, termasuk percepatan alih teknologi peluru kendali C-705.

c 705, peluru kendali, rudal cina, indonesia
gambar : peluru kendali c-705

Rudal C-705 kali pertama diperkenalkan ke publik pada ajang Zhuhai Airshow ke-7 tahun 2008. Misil itu merupakan pengembangan dari C-704, dan bentuknya lebih menyerupai miniatur C-602.

rudal c-704, peluru kendali buatan cina, cina cs indonesia
gambar : peluru kendali c-704

Dibanding generasi sebelumnya, C-705 hadir dengan beberapa peningkatan, seperti pada elemen mesin, hulu ledak, dan sistem pemandu. Dengan desain modular dari mesin baru, membuat jangkauan rudal yang sebelumnya 75-80 km, menjadi mampu hingga 170 kilometer. Karena kelebihan yang dimiliki rudal berhulu ledak 110 kilogram itu, maka Kementerian Pertahanan RI dan China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) sepakat untuk pembelian rudal tersebut, disertai alihteknologi.

CPMEIC, gambar, logo
gambar : CPMEIC

Tak hanya itu, kedua pihak juga sepakat untuk mendirikan pabrik pembuatan pabrik C-705 di Indonesia. Namun, hingga kini proses alihteknologi masih belum berjalan apalagi pendirian pabriknya di Indonesia. Padahal, keberadaan rudal yang dipasang di kapal-kapal patroli TNI-Angkatan Laut tersebut sangat strategis bagi Indonesia, mengingat wilayah perairan Indonesia yang sangat luas dan berbatasan dengan sepuluh negara tetangga.

Tidak Gratis


Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Pos Hutabarat pada pertemuan kedua kerja sama industri pertahanan Indonesia-China (DICM) beberapa waktu lalu mengatakan,"kedua pihak masih belum sepakat soal kapan akan diberikan dan juga fee-nya,". Indonesia dan China memiliki landasan hukum berbeda terkait alihteknologi. Dirjen Pos mengatakan Indonesia memiliki landasan UU Nomor 16/2012 Tentang Industri Pertahanan yang menetapkan antara lain tentang alih teknologi, trade off atau pembelian lisensi dalam setiap pembelian alat utama sistem senjata berteknologi madya dan tinggi.

delegasi cina
gambar : indonesia menuntut cina percepat alih tekhnologi

"Sedangkan China berpatokan pada undang-undang hak kekayaan intelektual, dimana ada fee khusus yang harus kita berikan terkait hal itu. Ini yang kedua pihak belum sepakat persepsinya terkait alih teknologi," kata Hutabarat. Ia menambahkan proses pembuatan bersama peluru kendali C-705 dilakukan dalam empat tahap. "Kami belum sepakat pada tahap mana alih teknologi akan diberikan. Namun, dalam pertemuan tadi kedua pihak sepakat agar proses alih teknologi dapat segera dilakukan," ungkap Pos Hutabarat.

Dalam setiap kerja sama terutama investasi di sektor industri alihteknologi menjadi prasyarat utama termasuk yang diajukan Indonesia kepada negara mitranya. Namun, alihteknologi juga bukan berarti otomatis melekat pada setiap proses pembelian atau pengadaan, ada biaya yang harus dikeluarkan khusus untuk itu. "Indonesia dan China masih belum sepakat soal harga, terkait industri pertahanan terutama dalam hal alihteknologi," kata Wakil Komandan Universitas Pertahanan Nasional China Brigjen Xu Hui.

gambar lapan, pabrik lapan, logo lapan, lapan indonesia
gambar : logo lapan

Ia menilai kerja sama pertahanan Indonesia dan China yang dimulai sejak 2007, telah berjalan baik dan terus mengalami perluasan kerja sama mulai dari saling kunjung pejabat militer kedua negara, pertukaran perwira sekolah staf dan komando, latihan bersama, hingga kerja sama industri pertahanan. "Namun kerja sama pertahanan industri pertahanan kedua negara masih perlu dikaji lebih dalam lagi termasuk dalam hal alihteknologi, karena hal itu juga menyangkut biaya tersendiri, yang tidak kecil," tuturnya. Cermat dan Mandiri Syarat yang diajukan Indonesia terkait alihteknologi kepada negara mitranya, difokuskan agar kedepan Indonesia bisa lebih mandiri dalam pengadaan alat pertahanannya.

Indonesia tidak ingin hanya menjadi negara yang mengikuti perkembangan teknologi pertahanan negara asing yang menyuplai produknya ke Tanah Air. Namun, komitmen untuk dapat mandiri dalam industri pertahanan tidak bisa hanya sekadar keinginan atau komitmen politik sesaat saja. Diperlukan komitmen kuat, kerja keras, konsistensi, empati, dan kecerdasan semua pihak. Meski bahan baku rudal tidak banyak dimiliki Indonesia, bukan berarti Indonesia tak mampu membuatnya.

Pada medio Desember 2013 misalnya, Direktorat Teknologi dan Industri Kementerian Pertahanan berhasil meluncurkan enam roket yakni dua unit RX-, empat unit 1.210 mm dan 1.220 mm R-han di Maluku Utara. Seluruh roket yang diluncurkan itu memiliki fungsi arteleri TNI Angkatan Darat serta TNI Angkatan Laut. Bahkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sedang menyiapkan pengembangan peralatan produksi Propelan, sebagai bahan baku roket.

industri-propelan-roket-lapan
gambar : pengembangan propelan oleh LAPAN

Lapan menargetkan pada 2015 sudah mampu mengembangkan fasilitas produksi dan uji teknologi roket, di antaranya peralatan produksi Propelan berdiameter besar, filament winding dan autoclve, dan laboraturium combustion.

rx-2020
gambar : RX-2020

Pada 2010, Lapan membuat RX 1210, RX 3227, dan RX 420. Tahun berikutnya ada Rhan 122 A berdaya jangkau 15 km, RX 2020 dan RX 550. Pada tahun lalu RX 1220, sementara pada 2013 dikembangkan Rhan 122 B berdaya jangkau 25 km, Rhan 200 untuk 35 km, RX 3240, RX 450, dan RX 550.

roket-rx1210
gambar : RX-1210

Pada 2014, Lapan menargetkan pengembangan Rhan 320 untuk 70 km dan roket pertahanan 3 digit untuk daya jangkau 100 km dan 200 km. Pada 2015 hingga 2016 Lapan menargetkan mampu melakukan uji terbang RX 550.

peluru kendali buatan indonesia, rudal ala anak bangsa, buatan LAPAN
gambar : Rhan-122

Potensi kemandirian Indonesia telah ditunjukkan, meski keterbatasan bahan baku rudal dan penguasaan teknologi produksi masih harus didatangkan dari luar, serta perlu pula alihteknologi dalam penguasaan teknologi produksi. Untuk urusan alihteknologi Indonesia harus benar-benar cermat, agar teknologi yang ditransfer dalam setiap kerja sama sektor industri termasuk pertahanan, sesuai dengan perkembangan zaman. Jika teknologi yang ditransfer ketinggalan zaman, maka Indonesia akan terus ketinggalan dan tetap menjadi pengekor negara-negara penyuplai produk. Dengan kata lain, Indonesia tetap tidak bisa mandiri. Sekali lagi, kecermatan dalam setiap alihteknologi yang diberikan sangat penting jika Indonesia komitmen untuk mandiri.

sumber : antaranews (dengan pengubahan)

Monday, January 13, 2014

Alutsista baru TNI-AU


JAKARTA - TNI AU pada tahun ini akan menambah lagi alat utama sistem persenjataan (alutsista) pesawat tempur. Baik untuk melengkapi yang sudah ada maupun yang baru.

supertucano milik TNI AU, pesawat baru indonesia, alutsista TNI AU 2014
foto : Pesawat supertucano

Khusus untuk alutsista yang baru yaitu Helikopter Couger. Selain Helikopter Couger, alutsista yang segera akan datang, yaitu pesawat tempur T50 dan Supertucano.
 
“Untuk pengadaan kami harapkan dalam waktu dekat ini,” ungkap KSAU Marsekal TNI IB Putu Dunia usai upacara prasetya perwira (Praspa) dan Wingday di lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (29/10/2013).

helikopter milik indonesia, helikopter baru, alutsista TNI
foto : Helikopter Cougar

Sedangkan untuk pengadaan peluru kendali (rudal) penangkis serangan udara Oerlikon pengadaannya baru dapat dilakukan tahun depan. Rudal Oerlikon rencananya akan ditempatkan di beberapa daerah, yaitu Jakarta, Pontianak, Makasar, dan Yogyakarta. Untuk Yogyakarta di Mako Paskhas Yogyakarta.

pertahanan indonesia, arhanudse, pertahanan ibukota
foto : rudal oerlikon milik TNI

Untuk kepentingan tersebut, saat TNI AU sedang mempersiapkan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM), yang akan mengawaki alutsista tersebut. “Pengadaan alutsista ini merupakan program kelanjutan pembangunan TNI AU,” terangnya.
 
Terutama para penerbang yang mengawaki pesawat militer, baik tempur, angkut maupun helikopter. Pemenuhan penerbang pesawat militer sendiri akan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun untuk penerbang militer ditargetkan tiap tahun mampu menghasilkan 40 penerbang. “Untuk pemenuhan ini melalui Sekbang reguler maupun dari PSDP,” jelasnya.

Sunday, January 12, 2014

Sukhoi SU-35 di incar oleh Indonesia

KSAU: Kekuatan Alutsista Komponen Utama

sukhoi su 35, su 35 indonesia, su 35 milik indonesia, punya indonesia, su-35 tni angkatan udara, tni au

Su-35 diminati petinggi TNI AU untuk memperkuat skuadron tempur. (Foto: Sukhoi)
15 September 2011, Bandung (Suara Karya): Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat menyatakan, kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) sangat menentukan kredibilitas pertahanan negara. Itu artinya, alutsista kategori komponen utama pertahanan.

su 35, sukhoi indonesia, su-35

"Dasarnya, pertahanan suatu negara ditentukan oleh kekuatan alutsista yang dimiliki," ujar KSAU pada upacara serah terima jabatan Komandan Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Dankoharmatau) dari Marsda TNI Ferdinand Alex Myne kepada Marsda TNI Waliyo, M.Sc. di Bandung, Selasa (13/9).

swa buana paksa

Era teknologi seperti sekarang ini, dikatakan KSAU, pertahanan negara akan mencapai hasil maksimal jika didukung alutsista yang andal serta terpenuhinya logistik serta sistem pemeliharaan yang mumpuni. "Sebagai matra yang sangat mengandalkan sistem persenjataan, unit pemeliharaan seperti Koharmatau yang tugas dan fungsinya melaksanakan pemeliharaan dan produksi materiil TNI Angkatan Udara, pemeliharaan dan pembekalan senjata amunisi serta menyelenggarakan pembinaan alat perbengkelan dan peralatan produksi serta publikasi teknik, akan sangat besar perannya dalam mewujudkan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara," tegas Imam.

su 35

Sasaran pembinaan yang telah ditetapkan dalam jangka pendek, yaitu mengantisipasi accident dalam satu tahun kedepan maupun sasaran jangka panjang untuk menjadikan TNI Angkatan Udara sebagai the first class air force, membutuhkan dedikasi, loyalitas, komitmen dan kerja keras serta personel yang memiliki disiplin tinggi serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

sukhoi su, s

KSAU mengatakan, peran Koharmatau serta tantangan tugas yang dihadapi sudah sepantasnya jika personel yang mengawaki dipersyaratkan memiliki kualitas mumpuni, berdisiplin serta memiliki kecepatan dan ketepatan berolah pikir. "Ini sejalan dengan semboyan Koharmatau 'Sewana Karya Budhi Sakti', yaitu akal dan kecerdasan menjadi andalan suksesnya embanan tugas yang dibebankan, akan senantiasa terpelihara dan bersemayam di setiap personel Koharmatau jika kadar intelektual terus terasah dengan sebaik-baiknya," jelas dia.

angkatan udara, tni

Sebagai komando pemelihara yang syarat pengalaman didukung personel yang terlatih dan profesional, ujar KSAU, Koharmatau akan tetap menunjukkan eksistensinya sebagai unit pemeliharaan yang dapat diandalkan dalam situasi dan kondisi apapun. "Koharmatau jadi ujung tombak pemelihara alutsista TNI Angkatan Udara," ujar Imam.

Sementara itu, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI M Nurullah meminta prajurit TNI AU menumbuhkembangkan kepedulian merawat alutsista. "Tumbuh dan kembangkan sifat kepedulian dari setiap personel Skadron Udara 31 khususnya terhadap alusista yang dioperasionalkan," ujar M Nurullah saat melantik Letkol (Pnb) Eko Sujatmiko sebagai Komandan Skadron Udara 31 menggantikan Letkol (Pnb) Iman Handojo dalam upacara militer di Apron Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
 


Danlanud mengatakan, kepedulian personel terhadap alutsista) harus diiringgi dengan peningkatan kepekaan terhadap disiplin dan patuh hukum. Hindari perbuatan menimbulkan suasana negatif. "Tidak kalah pentingnya adalah jaga soliditas satuan dan kerjasama serta koordinasi kelompok yang harmonis, guna mewujudkan suasana kerja yang kondusif sehingga produktifitas kerja satuan dapat meningkat," jelas Danlanud.

pasukan khas, TNI AU

Sumber: Suara Karya

Friday, January 10, 2014

AH-64 Apache Attack Role helicopter


The AH-64 Apache helicopter is the Army’s primary attack helicopter. Built to fight by day or night in challenging battlefield and adverse weather conditions, it is regarded as the most lethal helicopter in military aviation history. The durable aircraft can withstand rounds as large as 23 mm. 

apache, us,military

helikopter, apache

The AH-64A Apache is specifically designed for the attack role. The Army first took delivery in 1984. Its Hellfire anti-tank missiles have a range of more than 3.7 miles and can penetrate the armor of any known main battle tank. The Apache may also be armed with 2.75 inch folding-fin aerial rockets carried on two stub fins that provide additional lift and may serve as attaching points for external fuel tanks.

apache

Thursday, January 9, 2014

50 Tank Marder Akan Segera Memperkuat Indonesia

CIMAHI-(IDB) : TNI Angkatan Darat (AD) berencana mendapatkan 50 alat utama sistem senjata (Alutsista) berupa tank ringan Marder buatan Jerman pada 2014 mendatang.

unduhan (1)

Alat tersebut rencananya akan dilaunching sekaligus diperkenalkan di Hari Jadi TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 di Surabaya.

Demikian dikatakan Danpussenif Mayjen TNI I Made Agra Sudiantara kepada wartawan seusai acara peringatan ulang tahun ke-65 Infanteri di Lapangan Tembak Gunung Bohong, Kota Cimahi, Kamis (19/12/2013).

unduhan (3)

Dengan adanya penambahan kendaraan bersenjata tersebut, dikatakan Agra, selain akan menambah kekuatan pengamanan nagara kedaulatan RI juga memberikan semangat tinggi bagi seluruh jajaran TNI AD.

images (6)

Sementara itu Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim mengatakan melalui peringatan Hari Jadi Infanteri ke-65, semangat dan jiwa juang TNI untuk menjaga kedaulatan bangsa ini harus terus ditingkatkan.

Acara peringatan HUT ke-65 Infanteri di Lapangan Tembak Gunung Bohong, berlangsung sejak pagi hingga siang. Pada acara itu juga digelar berbagai atraksi dan kamahiran anggota TNI AD, mulai dari terjun payung, beladiri, drumband, parade kendaraan militer dan motrcros serta mobil offroad ikatan motor.

unduhan (4)

Pasukan Garuda di Libanon


LEBANON-(IDB) : Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) melakukan patroli dalam rangka Misi Perdamaian PBB di Lebanon, dengan menggunakan dua Kendaraan Tempur Anoa 6x6 buatan PT. Pindad di wilayah Naqoura, Lebanon Selatan.
images (4)

Patroli ADP (Area Domination Patrol) dipimpin Komandan Satgas TNI Kolonel Inf Adipati Karnawijaya didampingi Komandan Satgas Force Protection Company (FPC) Kontingen Garuda (Konga) XXVI-F2/UNIFIL Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah.

Patroli ADP adalah salah satu kegiatan patroli yang dilaksanakan oleh prajurit TNI Kontingen Garuda dengan tujuan untuk memonitor situasi keamanan, dalam sehari patroli dilaksanakan minimal 1-2 kali, menggunakan kendaraan tempur jenis Anoa, dengan kekuatan 10 personel TNI.

panser-6a

Titik start pelaksanaan patroli dimulai dari Sudirman Camp Markas Konga XXVI-F2, Naqoura menuju CP (check point)-1 di IVO (In the Vicinity Of) Naqoura Port-Lebanon seperti tertulis dalam rilis yang kami muat (5/1/2014).

Setibanya di CP-1, Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Adipati Karnawijaya dan Komandan Satgas Konga XXVI-F2/UNIFIL mendapat penjelasan dari Dantim 2 Satgas FPC Kapten PSK Novieary Jacky Wohel tentang area CP-1 yang merupakan titik kuat pengamanan saat melaksanakan pengamanan Tripartite Meeting.

Setelah melaksanakan observasi selama 15 menit, patroli dilanjutkan menuju CP-2 dengan melewati rute pengawalan Tripartite Meeting dan tiba di CP-2, Pos LAF (Lebanese Armed Force).

images (5)

Pos ini adalah pos terakhir dari Lebanon yang terdekat dengan lokasi UN (United Nation) Post 1-32A yang merupakan tempat pertemuan Tripartite Meeting.

Pelaksanaan patroli berjalan dengan aman dan lancar, selanjutnya rombongan kembali menuju Sudirman Camp Markas Konga XXVI-F2 di Naqoura, Lebanon Selatan.

Menurut Kolonel Inf Adipati Karnawijaya yang bertanggung jawab terhadap keamanan all Naqoura Camp beserta seluruh assetnya.

147158_patroli-prajurit-indobatt-di-lebanon--khusus-galeri-_663_382

Usai pelaksanaan patroli ia mengatakan, agar selalu memperhatikan faktor keamanan baik personel dan materiil serta tidak lupa selalu berdoa kepada Tuhan pada setiap pelaksanan tugas.

Wednesday, January 1, 2014

Cara Meningkatkan Google Page Rank

Sebelumnya admin ingin menjelaskan sedikit ulasan mengenai Google Page Rank,  Google Pagerank adalah alat pembanding untuk mengukur arti dan pentingnya sebuah halaman web di dunia internet. Google Page Rank (biasa disebut PR) pada awalnya dikembangkan oleh Larry Page, co-owner Google, namun kini algoritmanya telah menjadi umum dan terjaga, karena ada perubahan setiap waktunya
images (3)

Apakah Fungsi Penggunaan Google PageRank ?

Google PageRank dapat digunakan untuk melihat apakah sebuah halaman memiliki otoritas atas isinya, semakin tinggi peringkat halaman maka lebih tinggi kualitas dan otoritas dari halaman web lainya. Sebuah peringkat halaman dari 5 (PR 5) berarti bahwa halaman web memiliki suatu pegangan yang kuat atas isi yang ada di dalamnya, sementara peringkat halaman dari 2 berarti halaman itu hanya merupakan sumber informasi yang biasa dan belum mempunyai kualitas yang tinggi dengan informasi yang ada didalamnya, bagi web/blog yang masih baru biasanya belum mempunyai pagerank (PR N/A).

Bagaimana PageRank Dihitung?

Dalam konteks ini, kita hanya bisa menebak faktor-faktor yang membentuk Google PageRank. Tapi ini umumnya diketahui bahwa faktor yang paling penting dari Pagerank Google adalah link dari website lain yang terkait (link dofollow yang relevan, bukan nofollow), semakin tinggi peringkat halaman dari halaman web yang link ke anda maka lebih tinggi peringkat halaman anda, dan juga semakin banyak jumlah halaman web yang nge-link ke anda juga akan menaikkan peringkat halaman anda. Maksud dari link dofollow yang relevan adalah link yang mempunyai relevansi dengan apa yang ada pada halaman web anda, sebagai contoh web atau blog anda bertemakan/membahas tentang komputer maka anda harus mencari link dofollow dari website lain dengan tema komputer juga, jangan mencari link yang bertemakan tentang musik, kesehatan,dll yang tidak sesuai dengan apa yang anda bahas pada web/blog anda

Beberapa faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi Pagerank Google

  • Optimasi Search Engine (SEO)
  • Jaringan Sosial
  • Komentar
  • Waktu pada Halaman (berapa lama pengunjung diam di halaman web)
  • Bounce Rate (persentase dari pengunjung masuk dan keluar dari halaman web)

Apakah High PR Akan Lebih Baik Pada Hasil Pencarian (SERP/Search Engine Result Page)?

Sebuah Google PageRank yang lebih tinggi pasti akan membantu anda dalam SERP dan di-indeks lebih cepat, tetapi tidak selalu berarti bahwa semakin tinggi peringkat halaman anda akan lebih baik pada hasil pencarian. Ada hal-hal lain yang masuk ke dalam perhitungan Google untuk memutuskan halaman mana yang mendapatkan peringkat tinggi di search engine. Sebuah Google Pagerank tinggi pasti akan membantu tapi itu bukan segalanya untuk memutuskan web anda akan mendapatkan di posisi pertama pada hasil pencarian

Kapan Google PageRank di Dapatkan?

Google pagerank biasanya akan di-update setiap 3 bulan atau 4 kali dalam setahun, cobalah untuk membuat artikel yang menarik bagi web anda, carilah link dofollow yang relevan dari website/blog atau sumber lain yang mempunyai ranking lebih tinggi dari web anda, jangan mencari link yang terlalu banyak dalam waktu yang singkat karena Google akan mencurigai web anda (hati-hati.. Google sangat ketat dengan web spam), update web/blog anda dengan konten yang fresh dan menarik maka sedikit demi sedikit Google akan mempercayai situs anda dan pagerank pun bisa anda dapatkan.
Untuk mengecek pagerank dari situs anda silahkan masuk ke situs PRChecker
sekian postingan admin, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk kembali lagi ya di situs onuzynaigy.blogspot.com ini

 
Design by Dek Aswin | Bloggerized by Aswin Bahar Setiawan - Dek Aswin | The Site Of Aswin Bahar Setiawan