Aneka Ilmu
Showing posts with label pesawat tempur. Show all posts
Showing posts with label pesawat tempur. Show all posts

Monday, September 7, 2015

Alasan Mengapa Bandara Polonia Dipindah

Assalamualaikum
Kali ini admin ingin menuliskan seputar Bandara Polonia, yah sekalian pingin cari tau info kebenarannya, admin juga pingin bagi bagi informasi sama kalian.

Alasan Mengapa Bandara Polonia dipindah ?

Sekelumit Tentang Bandara Polonia

Bandara Polonia merupakan bandara yang sudah lumayan tua yang letaknya di tengah pusat kota Medan, itu yang menyebabkan gubernur sumatra utara kala itu berniat untuk memindahkannya. Selain untuk memudahkan pembangunan gedung tinggi, upaya itu juga dilakukan untuk menghindarkan dari kemacetan. Setelah dipertimbangkan, pada tahun 1994 wacana pemindahan telah disetujui oleh beberapa petinggi yang ada di Sumatera Utara, akhirnya setelah satu tahun, perencanaan ini disahkan oleh Menteri Perhubbungan dengan mengeluarkan KM nomor 41Tahun 1995, rencananya pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 1997 di sekitar wilayah desa Kuala Namu, Diliserdang, Sumatera Utara.

Setelah berjalannya waktu, di tahun 1997 Indonesia mengalami krisis moneter yang menyebabkan berhentinya perencanaan pembangunan Bandara Kuala Namu. Di awal tahun 2000 hingga era 2006 rancangan ini belum juga terealisasi. Kemudian di akhir tahun 2006 pekerjaan ini dimulai lagi dengan disahkannya pembangunan perdana Bandara Kuala Namu. Dan setelah beberapa tahun tepatnya di tanggal 25 Juli 2013 lika liku perjalanan pembangunan Bandara akhirnya terealisasi dengan ditutupnya Bandara Polonia serta dibukanya Bandara Kuala Namu untuk penerbangan sipil.


Alasan Mengapa Bandara Polonia dipindah ?

Bandara Polonia Berubah Nama

Pada tanggal 25 Juli 2013 merupakan tanggal dimana Bandara Polonia sudah tidak lagi digunakan untuk umum. Tapi jangan salah, karena walau bagaimanapun, Bandara ini merupakan milik TNI Angkatan Udara, dan menurut opini para jurnalis, Bandara Polonia akan digunakan TNI Angkatan Udara untuk markas pesawat milik TNI AU, sebenarnya masuk akal juga karena memang selama ini TNI AU belum memiliki markas pesawat yang besar disekitar pulau sumatra, padahal pulau ini berbatasan langsung dengan Malaysia serta Singapura.

Beberapa hari kemudian, isu yang beredar itupun dibenarkan oleh Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional atau Pangkosek Hanudhas, beliau menyebutkan bahwa nantinya Bandara Polonia akan dijadikan markas pesawat pengintai. Bukan hanya itu, Bandara Polonia juga akan diganti namanya dengan Bandara Soewondo nantinya.

Thursday, September 3, 2015

TNI AU Beli Pesawat Canggih Sukhoi Su 35

Setelah beberapa lama vakum dari kegiatan tulis menulis, kini admin akan menuliskan seputar pertahanan NKRI. Tadi pagi admin kaget, ternyata Pak Mentri Pertahanan RI, Om Ryamizad telah memutuskan untuk membeli Satu Skadron (16 ekor) Pesawat Canggih Sukhoi Su 35.

Beberapa bulan lalu admin telah mengangkat materi ini sebagai topik utama pembicaraan admin, ada sekitar 6 artikel yang membahas seputar pensiunnya F 5 Tiger serta beberapa produsen Pesawat Tempur yang mengadakan promosi besar besaran di NKRI ini.

Pesawat tempur, pesawat canggih TNI AU
Pesawat Tempur Veteran F 5 Tiger


Sebut saja pertengahan tahun 2014 lalu, ketika keputusan Menhan yang akan mempensiunkan pesawat tempur legendaris F 5 Tiger dari dunia kedirgantaraan Nusantara, saat itu mulailah teka teki pesawat seperti apakah yang akan dibeli pemerintah untuk menggantikan pesawat F 5 Tiger ini. Beberapa bulan setelah keputusan disebutkan, salah satu musium perjuangan di Yogyakarta membangun hangar yang nantinya akan digunakan untuk rumah 'Sang Harimau Terbang' selanjutnya. Bukan hanya di dalam negeri, setelah kabar ini tercium oleh produsen produsen pesawat tempur di Negara lain, mereka mulai mengajukan proposan pengajuan Pesawat Tempur buatan mereka.

Dengan bermacam macam kelebihan dan kekurangan telah diterima dan dikaji oleh Pemerintah sebagai dasar untuk menentukan pesawat seperti apakan yang cocok untuk menggantikan F-5 Tiger ini, mengingat dahulu ketika pesawat ini dibeli dari Amerika Serikat, F 5 adalah Pesawat Tempur yang canggih di masanya dahulu. Dengan kemampuan Air Refuiling yang sangat jarang dimiliki oleh pesawat tempur lainnya, F 5 hadir dengan memberikan fitur baru ini. Dan rakyat Indonesia sangat mengharapkan apapun keputusan Pemerintah nanti, merupakan keputusan yang matang untuk mengganti Pesawat Tempur Legendaris ini.

Sekilas Tentang Kandidat Calon Pengganti F 5 Tiger

F 16 Block 60
Pesawat F 16 merupakan Pesawat Tempur tipe Sedang yang dikembangkan oleh Produsen Dirgantara di Amerika Serikat. Dengan berbekal satu pendorong, serta kelincahan yang tinggi pesawat ini hadir di era 90an sebagai Pesawat Tempur utama milik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Di masa sekarang, dengan harga yang pas untuk ukuran dompet Negara berkembang, F 16 menjadi Pesawat Tempur yang banyak dibeli oleh banyak Negara. Dengan tingginya pasar penjualan Pesawat F 16 Fighting Falcon menuntut perusahaan untuk selalu mengadakan upgrade Pesawat. Akhirnya hingga kini Pesawat F 16 Fighting Falcon telah memasuki era F 16 Fighting Falcon Block 60. Pesawat inilah yang diajukan oleh pihak Produsen Dirgantara di Amerika Serikat sebagai pengganti F 5 Tiger milik TNI AU.
Pesawat Tempur F 16 Block

Saab Gripen
Semenjak diumumkannya F 5 Tiger yang akan dipensiunkan di tahun 2015, Produsen Dirgantara asal Swedia ini telah gencar melakukan promosinya, dengan menunjuk pesawat Saab Gripen NG (Next Generation) yang merupakan pesawat seri terbaru buatan produsen asal swedia. Dengan fitur utamanya yang berupa irit bahan bakar, produsen Saab sangat optimis bahwa pesawatnya akan jadi pilihan tepat bagi NKRI. Bukan hanya itu, bahkan di proposalnya dijelaskan bahwa Saab juga memberikan alih teknologi kepada indonesia (ToT). 

Sukhoi Su 35
Sukhoi Su 35 merupakan pesawat tempur kelas berat hasil pengembangan dari pesawat generasi sebelumnya yaitu Sukhoi Su 30, adapun pesawat Su 30 telah dimiliki Indonesia sendiri. Dengan menghadirkan fitur kelincahan dalam bermanuver serta dengan dua mesin pendorong untuk lebih mempercepat kecepatan serta untuk lebih menyeimbangkan Pesawat ketika sedang melaju memberikan nilai tersendiri untuk kedaulatan angkasa NKRI.

Pesawat Tempur, Sukhoi Su 35, Pesawat canggih, TNI Angkatan Udara
Pesawat Tempur Sukhoi Su 35

Beberapa bulan lalu, admin mengikurti polling di salah satu forum pertahanan, disitu ditanyakan seputar pesawat pengganti F 5, hasilnya 
75% Sukhoi Su 35
10% Saab Gripen
9% F 16 Block 60
6% Pesawat tempur lainnya

Dari hasil polling tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa Masyarakat Indonesia cendetung memilih Sukhoi Su 35 sebagai penerus F 5 Tiger. Dan kabar baiknya polling tersebut sedikit banyak telah berpengaruh dalam keputusan. Ini terbukti bahwa akhirnya Pesawat Super Canggih Kelas Berat Sukhoi Su 35 telah resmi dipilih pemerintah. Bahkan Pemerintah telah mengirim utusannya untuk melakukan survei tentang Sukhoi Su 35 ini
\
Terimakasih om Menhan
Salam Merdeka\
Salam NKRI
Salam om Ryamizad

Thursday, October 16, 2014

Pesawat Tempur F 16 Blok 52 Perkuat TNI AU

PESAWAT TEMPUR F 16 C/D BLOK 52 HIBAH AS

Setelah Pada periode 1999-2004 Amerika Serikat bersama sekutunya memutuskan hubungan perdagangan alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) dengan indonesia disebabkan permasalahan Timor Timur, kini Amerika Serikat kembali unjuk gigi seperti zaman ORBA dahulu, Amerika bersedia memberikan pesawat tempur (bekas) yang di parkir di Arizona.

pesawat f 16 terparkir di arizona

Tawaran tersebut awalnya menjadi perdebatan di kursi DPR, tapi dengan penuh pertimbangan akhirnya pemerintah bersama jajara TNI AU menerima tawaran tersebut, Dengan merogoh kocek sekitar 700 dolar, Pemerintah menanda tangani surat kontrak pada awal Januari 2013 lalu, serta meminta untuk mengupgrade ke versi yang lebih canggih, dengan avionik yang lebih relevan dan canggih, walaupun bukan yang tercanggih, karena yang memilikinya negara uni emirat arab yaitu blok 60 F-16 blok E/F.

F-16 blok 60

Pesawat tempur F-16 52 C/D hibah Amerika Serikat mulai sampai di Indonesia pada tanggal 25 Juli 2014 lalu. Pesawat yang telah di upgrade ke  versi tebaru ini mulai landing di Lanud Iswahyudi Madiun. Pesawat ini akan terus didatangkan hingga akhir 2015 nanti,

pesawat f 16 hibah as yang telah datang

F-16 C/D 52ID merupakan u[grade dari Blok 25 yang sudah tidak digunakan lagi di Amerika Serikat. Dalam proses upgrading dan refurbishment (peremajaan), F-16 Blok 25 ini dibongkar total di Ogden Air Logistics Center di Pangkalan AU Hill, Utah. Rangka pesawat diganti dan diperkuat serta di perkokoh, kokpit diperbarui dan di tambah kenyamanannya, jaringan kabel dan elektronik deganti dengan yang baru. Semua sistem lama diperbarui dan mission computer yang menjadi otak pesawat ditambahkan dan dicanggihkan. Tujuannya agar kemampuan jet meningkat setara dengan Blok 50/52 yang lainnya.


Harapan itu didasarkan pada fakta bahwa yang jadi pusat pemutakhiran adalah pemasangan komputer misi MMC-7000A yang merupakan standar pada Blok 52+. Selain itu peningkatan kemampuan radar AN/APG-68 juga di selipkan menggantilan rtadar lama. Hal lainnya yaitu pemasangan Improved Modem Data Link untuk komunikasi data serta pemasangan Embedded GPS/INS yang menggabungkan fungsi GPS dan INS untuk penembakan bom JDAM agar lebih akurat. Jet baru TNI AU ini juga dilengkapi peralatan perang elektronik maju AN/ALQ-213 dan peralatan lain yang cukup memadai dalam misi jarak dekat dan menengah, seperti penerima peringatan radar dan set pelontar penangkalan (countermeasures) seperti chaff/flare anti radar/anti rudal.


Untuk bagian mesin, F-16 C/D 52ID yang berbobot kotor maksimum 37.500 lbs menggunakan mesin Prat & Whitney F100-PW-220/E dengan daya dorong 24.000 lbs sehingga rasio dorongan terhadap berat (thrust-to-weight, T/W) menjadi 0,64. Bandingkan dengan Blok 52 dengan berat kotor maksimum 52.000 lbs dan ditenagai mesin F100-PW-229 dengan daya dorong 29.000 lbs. Di sini rasio T/W hanya 0,56, lebih kecil dibandingkan dengan F-16 C/D 52ID maka akan lebih mengevisiensi.

menggunakan sistem pendorong yang lebih evisien


"Dalam close combat (pertempuran jarak dekat), F-16 TNI AU dengan T/W lebih besar memiliki kelincahan lebih baik daripada F-16 Blok 52," tulis Kolonel Agung "Sharky" Sasongkojati di Angkasa (Juli, 2014). Kelebihan Blok 52, tambah Agung, adalah karena mesin lebih besar dan terlihat lebih gagah, ia bisa mengangkut senjata lebih berat melebihi adiknya. Karena bisa dipasang tangki bahan bakar ekstra (conformal) di punggung yang mampu mengangkut 600 galon, Blok 52 bisa terbang lebih jauh dan dapat mendukung misi jarak menengah hingga jauh.


Di bagian senjata, selain rudal standar untuk pertempuran udara jarak dekat AIM-9 Sidewinder L/M/X, ia juga bisa dilengkapi rudal udara-ke-udara jarak sedang AMRAAM AIM-120 untuk memburu sasaran di luar pandangan mata (beyond visual range). Sementara untuk sasaran permukaan dan serangan darat, F-16 baru dilengkapi dengan kanon 20 mm, bom MK 81/82/83/84, bom berpemandu laser Paveway, bom penghancur landasan Durandal, rudal anti tank Maverick AGM-65, rudal anti kapal Harpoon AGM-84, serta rudal anti radar HARM AGM-88 yang akan setia menemani F-16 C/D bernavigasi ria saat menjalankan misi misi yang diemban.

Maverick AGM-65 pada f 16 c/d

 

Sukses DI 4 Masa

Sebanyak 4.500 pesawat tempur F-16 telah di sebarkan kepada dunia bagian lain. dan menjadi armada tempur 28 negara, kisah sukses jet yang dijuluki "Fighting Falcon" ini dimulai pada tanggal 2 Januari 1974. Pada saat prototipe (purwarupa) F-16 yang bercat merah, putih, dan birutake off dari Pangkalan AU Edwards di California, untuk penerbangan udara resmi. Ini karena dua pekan sebelumnya, saat menguji di landasan, pilot penguji Phil Oestricher terpaksa harus mengudarakan pesawat setelah tiruan Sidewinder yang dipasang mengalami gangguan dan ujung sayapnya nyaris saja menyentuh landasan.

Setelah itu, YF-16 yang kala itu masih dibuat General Dynamics (GD) berhasil memenangi kontes AU AS yang membutuhkan pesawat tempur ringan (Lightweight Fighter, LWF) dan bermutu tinggi serta efisiensi bahan bakar. Saat itu pesawat yang berhasil dikalahkan adalah pesawat YF-17 Cobra, yang kemudian bermetamorfosis menjadi F/A-18 Hornet yang dibuat Northrop (Show News, Farnborough, 15/7/2014, Lockheed Martin), yang kali ini juga sukses merajuk di beebagai negara sekutu Amerika Serikat.

FA-18D Hornet milik malaysia

Setelah menang di AS dan kontrak diberikan untuk membuat F-16A (yang berkursi satu) dan F-16 B (berkursi dua) pada pertengahan Januari 1975, pada Juni tahun itu pula Belgia, Belanda, Denmark, dan Norwegia juga memilih F-16. Mereka memesan 348 jet yang dibuat oleh Fokker di Belanda dan SABCA di Belgia berdasarkan kit yang diberikan oleh GD.

Pada bulan itu pula, purwarupa YF-16 kedua melakukan debut di Eropa ketika pilot penguji utama, Neil Anderson, menampilkan demo udara spektakuler dan banyak memikat penonton kala itu di Paris Air Show, membuat negara-negara Eropa semakin jatuh hati pada pesawat tempur baru ini. Kini, F-16 yang sudah punya 138 konfigurasi masih terus berevolusi menuju tipe lebih mutakhir, yakni F-16 Viper.

F 16 Viper

Wednesday, June 11, 2014

Indonesia VS Malaysia Dalam Proyek Pesawat Tempur

Perancis tawarkan pembuatan pabrik jet tempur rafale di Malaysia (photo by Dassault Aviation)

Indonesia sudah sejak era 19 telah berhubunan hangat dengan negara tetangga, yaitu malaysia. Dalam bidang pengembangan pesawat tempur juga bakal seperti itu. Indonesia yang bekerjasama dengan Korea Selatan, Akan bergengsi dengan Malaysia yang bekerjasama dengan Preancis.

Perancis tawarkan pembuatan pabrik jet tempur rafale di Malaysia (photo by Dassault Aviation) Perancis menawarkan pembuatan pesawat tempur Rafale di Malaysia, jika negara Jiran itu mau memilih Rafale sebagai pesawat tempur baru mereka. “Kami mempertimbangkan jalur perakitan di Malaysia”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation , Eric Trappier, saat diwawancarai lewat telepon dalam ajang Langkawi Air Show, Malaysia.

Saat ini Malaysia sedang mencari 18 pesawat tempur untuk menggantikan Mig 29 Rusia, dengan tiga alternatif:  Eurofighter, F-18  dan  Gripen,  produksi Saab Swedia.
Malaysia memiliki beberapa perusahaan terkait industri dirgantara. Antara lain CTRM, Composites Technology Research Malaysia. CTRM merupakan suplier beberapa komponen untuk sayap pesawat Airbus A320 Series. Sekitar 20 persen wing surface dari Airbus A320 merupakan produksi CTRM. Produk mereka untuk A320 antara lain: Moveable fairing, over wing panels, a320 spoilers, under wing, a320 fix fairing dan beberapa lainnya. CTRM juga penyuplai beberapa composites aero structures untuk pesawat Airbus A380, serta Airbus A400M Militer.


Malaysia juga memiliki industri dirgantara SME Aerospace, yang membuat sejumlah komponen kecil untuk pesawat: Airbus A330/A340, Airbus A320, Boeing B777, Eurocopter EADS, Avro RJ/RJX dan BAE Hawk. Untuk urusan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO), Malaysia memiliki AIROD yang telah menggarap berbagai jenis pesawat dan helikopter.

Tawaran Perancis yang akan membuat perakitan pesawat tempur Rafale di Malaysia, untuk mendorong Malaysia mampu menciptakan industri penerbangan sendiri dikemudian hari.

Langkah Dassault Aviation ini membuat pemerintah Malaysia tertarik dengan pesawat tempur Rafale.  “Malaysia tertarik mendorong industri dalam negeri mereka, untuk terlibat dalam pembuatan pesawat”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation, Eric Trappier. Menurut Erick, mereka sangat mendukung keinginan Malaysia, jika pesawat Rafale dipilih Malaysia sebagai pesawat baru mereka. Dan saat ini, Dassault telah menandatangani kontrak dengan perusahaan CTRM, Zetro Aerospace dan SaputraMalaysia, untuk kerjasama pembuatan komponen pesawat.
Dari tiga jenis pesawat yang hendak dibeli Malaysia, kandidat terkuat tinggal dua yakni: Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale. Namun,dalam ujicoba yang dilakukan Malaysia, Eurofighter Typhoon dianggap lemah dalam operasi serangan darat dan kemampuan radar, meski memiliki daya tahan yang tinggi. Tampaknya Malaysia akan memiih Rafale, sekaligus untuk menghidupkan keinginan Malaysia membuat pesawat tempur.



Pesawat tempur multi-role Rafale bergabung dengan militer Perancis tahun 2001 dan mampu menjalankan misi: serangan darat, serangan laut, intai tempur, misi serangan nuklir dan intersepsi udara. Saat ini Perancis sedang berjuang menemukan pembeli asing pertama yang mau membeli pesawat tempur mereka, yang dibangun dengan biaya puluhan miliar euro.

Menurut Dassault Aviation, India telah memilih Rafale untuk pengadaan (sebagian besar) 126 pesawat tempur baru dan Perancis bersedia membangun pesawat itu di India, jika kontrak final jadi ditandatangani tahun ini.

Jet Tempur Rafale Perancis (photo by Andrew Dro)
Jet Tempur Rafale Perancis (photo by Andrew Dro)

Bagaimana dengan Indonesia ?

Wakil Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddien, Kamis 13 Juni 2013, menyatakan program pesawat tempur IFX/KFX yang sudah berjalan 18 bulan dan melibatkan seluruh komponen bangsa, harus terus berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah dan Komisi I DPR melakukan Rapat Dengar Pendapat di kantor PT DI, Bandung, khusus membahas kelanjutan proyek pesawat tempur Indonesia-Korea Selatan. Kementerian Pertahanan akan menggandeng Defense Industry Cooperation Committe (DICC) dalam pembuatan jet tempur Indonesia.
Menurut Sjafrie, program pesawat tempur PT DI bekerjasama dengan pemerintah Korea Selatan, harus selesai pada tahun 2020, sehingga siapapun yang menjadi presiden akan datang, harus memiliki komitmen melanjutkan program ini. Saat ini, PT DI sedang mempersiapkan diri masuk dalam tahap kedua, yaitu Engineering Manufacturing Development, pengembangan pesawat tempur IFX/KFX. Dari 72 teknologi, masih ada 30 item yang harus disiapkan oleh PT DI.

“Program pesawat tempur IFX/KFX adalah program nasional demi kepentingan bangsa dan Negara. Oleh karena itu kita harus mewujudkannya demi kemandian bangsa dalam membangun kekuatan pertahanannya,” tutur Sjafrie Sjamsuddien,
Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin, menyatakan DPR sejalan dengan pemerintah untuk melanjutkan program ini, siapapun kekuatan politik di masa depan yang memimpin negara Indonesia.

Disain Jet Tempur KFX / IFX, Korea Selatan - Indonesia
Disain Jet Tempur KFX / IFX, Korea Selatan – Indonesia

KKIP

Dalam kesempatan dan waktu terpisah, Sidang Kesembilan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) juga membahas agenda perkembangan alih teknologi kapal selam dan perkembangan program pesawat jet tempur KF-X/IF-X.
KKIP sedang menyusun agenda pembangunan infrastruktur pembuatan kapal selam di Surabaya melalui PT PAL dan pesawat jet tempur di Bandung melalui PT DI.  Ditargetkan, paling lambat dalam dua hingga tahun ke depan, Indonesia telah memiliki infrastruktur industri pembuatan kapal selam dan pesawat jet tempur berteknologi canggih, di atas pesawat tempur sekelas Sukhoi dan F-16.
Menurut Menteri Pertahanan sekaligus Ketua KKIP, Purnomo Yusgiantoro, pembangunan infrastruktur kapal selam dan jet tempur akan dijadikan sebagai program nasional. Payung hukumnya sedang dipersiapkan, agar tidak menemui hambatan.
“Butuh dukungan parlemen, karena program ini pasti akan melalui lintas parlemen. Dibutuhkan payung hukum agar menjadi proyek nasional,” ujar Purnomo.
Pembangun infrastruktur pembuatan kapal selam, akan bekerja sama secara khusus dengan Korea Selatan dan dimulai dari kesepakatan lisensi,engineering manufacturing development, hingga prototipe.

Model Kapal Selam Changbogo
Model Kapal Selam Changbogo

Saat ini kedua pihak telah sampai pada tahap teknologi desain. Dua tahun ke depan ditargetkan akan mencapai tahap engineering manufacturing development dan prototipe. “Dari sisi teknis, kita juga sudah kirim 52 ahli untuk belajar teknologi design,” lanjut Purnomo Yusgiantoro, usai Sidang Kesembilan KKIP bertajuk “Membangun Sinergitas Menuju Kemandirian Industri Pertahanan”, Selasa (11/6).

Sidang Kesembilan KKIP ini dipimpin langsung Menhan Purnomo Yusgiantoro selaku Ketua Harian KKIP, didampingi Wamenhan Sjafrie Syamsoeddin sebagai Sekretaris. Pembahasan juga dihadiri Ses Menristek, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemperin, Deputi II Kementerian BUMN, serta Kasum TNI dan Asrena Kapolri.

Kita tunggu saja, pesawat tempur siapa yang akan mengudara duluan.
sumber : jakarta greater dot com

Monday, May 19, 2014

PERKEMBANGAN ALUTSISTA TNI DI INDONESIA

Perkembangan alutsista di indonesia, sangatlah menunjukkan respon positif. Perkembangan alutsista TNI telah di dukung sepenuhnya oleh presiden serta mentri pertahanan di Indonesia, terutama di bidang modernisasi alutsista tni. alutsista tni AD, AU, AL amatlah positif dalam memajukan bangsa ini

Bulan-bulan mendatang ini kita akan menyaksikan rangkaian perjalanan riang gembira manakala hulubalang kita semakin gagah dengan baju alutsista baru. Bersamaan dengan itu serial latihan kesatuan, antar kesatuan sampai antar matra adalah rangkaian aktivitas menuju purnama latgab. Puncak purnama itu adalah melantunkan lagu perpisahan kepada sosok yang telah mempurnamakan alutsista TNI. Sekalian mengantar purna jalan tugas panglima tertinggi karena telah sampai di batas tugas.


LATIHAN TEMPUR TNI

Bulan Mei ini berbagai latihan parsial dilakukan matra TNI. Marinir melakukan latihan serbuan pantai di Situbondo. Berbagai batalyon TNI AD melakukan uji tembak senjata berat. Sejumlah kapal perang melakukan latihan tempur di laut Jawa. Disaat yang sama puluhan KRI telah pula bersiaga di Ambalat dalam satuan tugas gabungan AL dan AU. Operasi militer gabungan ini adalah yang pertama kali dilakukan dan diberi nama Garda Wibawa 14 dengan melibatkan jet tempur, satuan radar, kapal perang, marinir, paskhas dan intelijen. Latihan ini dibackup oleh satuan tempur TNI AD di Kodam Mulawarman Kaltim Kaltara dan Kodam Wirabuana Sulawesi.



1 Skuadron jet latih tempur T50, alutsista gres


Sementara di perairan kawasan timur Indonesia telah pula disiagakan setidaknya 14 KRI untuk tugas mengamankan laut Arafuru dan laut Timor. Bersamaan dengan itu kesiagaan unsur tempur laut juga hadir di perairan Natuna dan Selat Malaka. Sejalan dengan itu isian distribusi alutsista mulai disebar misalnya untuk artileri kelas berat KH179 155mm buatan Korea untuk Aceh, Kalbar dan Kaltim. Artileri KH178 105mm disebar untuk yon Armed Kodam di Jawa. Lhok Seumawe, Dumai, Bontang dan Jakarta juga sudah menerima sejumlah rudal SAM.

Juli ini pembentukan armada timur TNI AL yang berpusat di Sorong segera direalisasikan, tentu bersamaan dengan pengembangan divisi ke 3 Marinir dengan kekuatan 15.000 marinir. Seiring dengan itu Divisi 3 Kostrad segera membangun markas di Semarang bersinergi dengan Korps Penerbad yang memiliki berbagai jenis helikopter tempur dan angkut. Divisi 3 Kostrad merupakan pengembangan dari dua divisi sebelumnya. Semua pengembangan kekuatan itu pada akhirnya nanti akan menjadi pilar utama pembentukan Kogabwilhan yang direncanakan tahun ini.


DIVISI BARU MARINIR

Berbagai alutsista juga menunggu ketibaan, diantaranya 3 KRI Bung Tomo Class, 3 KCR 60 m PAL, 3 LST, 2 BCM, 50 MBT Leopard, 40 Marder, 38 Caesar Nexter, 36 MLRS Astross II, 24 F16 blok 52, 12 Super Tucano, 4 UAV Heron, 4 radar, sejumlah peluru kendali berbagai jenis, mulai dari rudal anti tank, rudal SAM, rudal anti kapal sampai rudal udara ke permukaan. Pesawat angkut berat Hercules juga akan bertambah 9 unit termasuk dari jenis CN295 sebanyak 16 unit. Setidaknya itu list yang sudah dipublikasi jauh-jauh hari, tentu ada juga list belanja yang tidak dipublikasi, masak sih semua harus diumumkan.



Artileri KH179 155mm dibagi untuk 3 batalyon

Latgab purnama akan menampilkan serial latihan dengan sejumlah alutsista baru. Termasuk penembakan rudal udara ke permukaan dari jet tempur Sukhoi. Penembakan rudal anti kapal Exocet MM40 blok 3 dari KRI Sigma yang selama ini tidak pernah dipublikasikan. Ini merupakan kejutan tersendiri disamping gempuran rudal Sukhoi ke salah satu kapal permukaan milik TNI AL yang sudah tidak dipakai. Puncak dari semua kegiatan itu adalah memberikan nilai purnama dan purna tugas pada Panglima Tertinggi yang akan digelar dalam sebuah pesta hari jadi 5 Oktober 2014 di Naval Base Surabaya.


Exocet MM40 blok 3


Selama lima tahun ini kekuatan alutsista TNI berkembang secara signifikan dan itu tak lepas dari pola strategi dan keputusan bagus dari RI-1. Kekuatan militer Indonesia mengikuti perkembangan dan pertumbuhan ekonomi negara ini yang selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan trend positif sampai akhirnya RI masuk urutan 10 besar ekonomi dunia yang dikenal dengan PDB (Product Domestic Bruto dan PPP (Purchase Power Parity). Logikanya dengan semakin bagus kondisi ekonomi kita maka perkuatan militer dan alutsista TNI semakin membungakan dan membanggakan hati. Dan itu layak untuk sebuah negara kepulauan terbesar dan penduduk no 4 terbesar di dunia.

Latgab 2014 adalah kelayakan pertanggungjawaban kepada rakyat bangsa bahwa tentara yang telah dibelikan alutsista modern harus mampu menunjukkan kemampuannya dan senantiasa bersiap siaga dalam segala cuaca untuk menjaga dan mewibawakan teritori NKRI. Keistimewaan Latgab 2014 adalah kehadiran berbagai alat tempur mutakhir dan sekaligus mengiringi langkah akhir dari seorang Presiden yang telah memberikan nilai luar biasa pada perkuatan militer RI.

Maka pesta 5 Oktober 2014 adalah pernyataan kepurnamaan tentara yang selama 5 tahun ini diterangi dengan rembulan alutsista anyar menuju purnama. Sosok yang telah mempurnamakan TNI itu telah pula mempurnakan tugas pekerjaannya. Di mata TNI tentu nilai layak yang pantas disandangkan panglima tertinggi itu adalah cum laude. Ini adalah purnama pertama yang membanggakan. Tentu kita masih ingin menyaksikan purnama-purnama yang lain untuk membaguskan tentara kita, untuk menggagahgaharkan tentara kita. SBY telah meletakkan fondasi modernisasi militer kita. Kita berharap presiden selanjutnya dapat meneruskannya dengan langkah tegap mengembangkuatkan tentara berikut kesejahteraannya.

Friday, January 31, 2014

Pesawat Legendaris TNI AU : Si Cocor Merah

Si kuda Liar P-51 Mustang



APAKAH nama pesawat tempur terhebat selama Perang Dunia II yang berasal dari Amerika? Orang pasti akan mengingat Si kuda Liar.

P-51 si cocor merah
Itulah julukan pesawat P-51 Mustang yang banyak dipakai pada masa Perang Dunia II, yang dibuat oleh pabrik pesawat North American (sebelumnya bernama General Aviaton). Didesain pada tahun 1940 pada mesa kepemimpinan James Howard Kindelberger. Pesawat itu awalnya dibuat untuk memenuhi permintaan Kerajaan Inggris dalam memperkuat pertahanan udara (RAF), namun setelah mengetahui kehebatannya, AS kemudian memesan pesawat ini.

desain awal p-51 mustang
Pesawat Buru Taktis ini mampu mengangkat beban seberat 7.000 Kg termasuk berat pesawat, kecepatan jelajah 735 Km/jam dan dipersenjatai dengan enam pucuk browning kaliber 12,7 mm, serta delapan buah roket launcher, dan dua buah bom. Pesawat ini berawak satu orang. Meski dirancang sebagai pesawat pengawal pembom jarak jauh, tampak dari kehandalan senjata dan kemampuanya membawa dua drop (bahan bakar tambahan) tidak menghalangi tugas utamanya untuk melakukan serangan udara yang mematikan.

pemasangan misil pada si kuda liar
Di lingkungan TNI Angkatan Udara, P-51 Mustang telah melahirkan sejumlah penerbang hebat seperti Marsekal TNI Ramli dan Marsda TNI Leo Watimena.

Sejarah P-51 Mustang


Pesawat P-51 Mustang diperoleh dari penyerahan Militaire Luchvaart kepada Pemerintah Indonesia sekitar tahun 1950-an. Pesawat ini masuk dalam kekuatan Skadron Udara 3 dan kemudian menjadi salah satu kekuatan (pemburu) yang berpangkalan di Skadron Cililitan (sekarang Skdron Udara 3 berada di Madiun). Sebagai kekuatan Skadron Pemburu, Si Kuda Liar ini sering terlibat dalam operasi dan latihan menembak dari udara ke darat dan menembak dari udara ke udara.
Berbagai Operasi


skadron 3 madiun

Banyak jasa yang telah diberikan oleh Si Cocor Merah (julukan lain dari P-51 Mustang), berupa dukungan pasukan darat, laut dalam berbagai operasi. Beberapa operasi udara yang pernah dilakukan oleh pesawat P-51 Mustang ini adalah Operasi Tegas di Sumatera tahun 1955 dalam penumpasan separatis PRRI/Permesta.


pembekalan pada operasi permesta

Operasi lainya meliputi Operasi Sapta Marga di Medan 1958 bertugas membebaskan Medan dan sekitarnya. Pada tanggal 17 Maret melaksanakan penyerbuan terhadap kedudukan pemberontak PRRI. Operasi 17 Agustus dengan tujuan membebaskan kota Pekanbaru dan Padang 1958, AURI menyiapkan hingga 40 pesawat yang merupakan hampir dari seluruh kekuatan yang dipusatkan di Pangkalan Udara Tanjung Pinang.

Operasi Merdeka di Manado 1958, AURI menggelar operasi dengan \"menidurkan\" Radio Permesta di Manado, merebut keunggulan udara di Mapanget, Tasuka, Morotai, dan Jailolo. Operasi Trikora di Irian Barat dalam rangka membebaskan Irian Barat dari cengkeraman Belanda. Dalam Operasi Trikora ini disiapkan tujuh pesawat P-51 Musteng sebagai unsur serang pertahanan udara. Operasi Dwikora di Jakarta 1964, Indonesia dihadapkan dengan pilihan politik untuk menyiapkan P-51 Mustang untuk menghadapi negara Jiran Malaysia. Operasi Sambar Kilat di Kalimantan Barat 1966 dalam menumpas G-30/PKI yang menamakan dirinya PGRS/Paraku.
monumen p-51
Pada awal tahun 1970-an pesawat P-51 Mustang ini dinyatakan grounded, dikarenakan usianya yang sudah tua, dan sukucadangnya yang langka. Pesawat ini pernah menunjukkan kebolehannya dalam demonstrasi terbang lintas, bersama-sama pesawat masa itu pada peringatan Hari ABRI tahun 1985 di Kemayoran, Jakarta. Sekitar 20 tahun masa pengabdianya di AURI, pesawat ini telah banyak mewarnai sejarah dan perjuangan TNI AU dalam melaksanakan tugasnya sebagai pertahanan udara di wilayah NKRI.

Agar generasi selanjutnya dapat mengenang pesawat yang pernah merajai wilayah udara Indonesia, kini Si Cocor Merah dijadikan sebagai monumen yang dibangun di Museum Hidup TNI AU Amerta Dirgantara Mandala Kalijati, di halaman depan Mabes TNI AU Cilangkap, pintu masuk Lanud Halim Perdanakusuma serta di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 
Design by Dek Aswin | Bloggerized by Aswin Bahar Setiawan - Dek Aswin | The Site Of Aswin Bahar Setiawan